DAP Menilai Otsus Gagal, Rakyat Papua Segera Gelar Kongres

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pada Tangal 20 Maret 2019, bertempat di Kantor Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay di lorong Sion Sanggeng, Manokwari, telah dilangsungkan Diskusi.

Menyikapi rencana Otsus Jilid II dengan para pembicara mewakili Pemprov Papua Barat, Christine Werbete selaku Kabid. Politik Dalam Negeri di Kesbangpol Papua Barat. Mewakili Akademisi Dr. Agus Sumule (Dekan FAPERTA UNIPA), mewakili Pemerhati Hukum dan HAM di Tanah Papua, Yan Ch. Warinussy, SH skaligus Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari dan Mewakili Legislator atau Wakil Rakyat adalah Bapak Ely Wanma.

Acara yang dimulai pada pukul. 17.00 – 19.30 WPB. berjalan penuh dengan dinamika, baik sesi tanya-jawab maupun memberikan masukan dan kritik serta saran.

Ketua DAP WIL. III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP menyampaikan dalam releasenya bahwa pembicaraan ini perwakilan dari tokoh-tokoh masyarakat Adat menganggap bahwa Otsus Gagal. Hal yang sama juga datang dari berbagai organisasi yang hadir. sampai pada kesimpulan diskusi bahwa Segera Evaluasi Otonomi Khusus, sehingga kita bisa melihat kelebihan dan kekurangannya dari situ baru kita tahu bahwa Otsus ternyata gagal.

Otsus lahir dari hasil kongres rakyat Papua II tahun 2000, maka wajib hukumnya Masyarakat Papua mendorong sebuah kongres Rakyat Papua untuk menyikapi segala jenis kekacauan yg terjadi diatas Tanah ini.

Menurut utusan tokoh perempuan yang hadir, mengatakan bahwa Otsus hadirpun jumlah kematian anak dan ibu Papua sering terjadi dan kesehatan orang Papua secara keseluruhan buruk, tidak terurus dan akan menjadi masalah pada tingkat pertumbuhan orang Papua. segera selamatkan orang asli Papua.

Sesuai Pasal 33 ayat 3 huruf e Angka 6 bahwa substansinya Penyaluran Dana Otsus hanya sampai 20 tahun lalu kemudian dievaluasi.

Substansi dari diskusi terfokus ini adalah segera Evaluasi Otsus dari segala sisi, karena dianggap gagal dan segera dorong Kongres Rakyat Papua untuk menyikapi segala macam masalah diatas Tanah Papua.

Diskusi ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Pdt. soleman Manufandu,S.TH Wakil ketua PGGP PB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *