DAP Mediasi Permasalahan Masyarakat Adat Meyah Arfak dan PT Medco Capitol

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Dikarenakan adanya salahpaham antara Masyarakat Adat Meyah Arfak pemilik Tanah Ulayat dan Perusahaan Kelapa Sawit yang beroperasi di wilayah adat, Selasa tanggal 01 Juni, di Kampung Sembab, SP 7, daerah Masni, kabupaten Manokwari, Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat sebagai Rumah Besar masyarakat adat Papua di wilayah III Doberay Papua Barat mengundang kedua belah pihak untuk dimediasi oleh Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat. Demikian hal ini disampaikan Mananwir Paul Finsen Mayor selaku Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat.

Dikatakan Paul Finsen Mayor bahwa untuk menghindari hal-hal yang akan berakibat fatal bila dibiarkan begitu saja. Bisa terjadi Pemalangan maupun pengerusakan fasilitas perusahaan.

Dewan Adat kemudian lanjut Paul Finsen Mayor, mengeluarkan surat undangan untuk menghadirkan kedua belah pihak dan akhirnya duduk bersama dan sama-sama duduk untuk meluruskan kesalahpahaman selama ini. Kemudian Bapak Musa Mandacan Ketua Dewan Adat 7 wilayah Suku Meyah Arfak sebagai perwakilan Masyarakat Adat Meyah Arfak yang dulu menghadirkan Perusahaan Kelapa Sawit ini kemudian mempekerjakan Ribuan orang untuk dapat bekerja di perusahaan tersebut.

Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat kemudian mengambil Keputusan untuk Penyelesaian ini segera dan akhirnya sudah di selesaikan dengan baik oleh perusahaan ketika kemarin persoalan ini diluruskan oleh pemilik perusahaan itu sendiri.

” Kami melihat bahwa sebenarnya ada keinginan pemilik perusahaan tersebut untuk memperhatikan dan melibatkan masyarakat adat setempat hanya saja selama ini ada komunikasi yang terputus atau tidak efektif maka kemudian, Musa Mandacan selaku Ketua Dewan Adat 7 Wilayah Suku Meyah Arfak diangkat Menjadi salah satu Pimpinan di perusahaan tersebut, ini menunjukkan keseriusan dari pemilik perusahaan PT. Medco Capitol untuk memperhatikan dan melibatkan serta membangun masyarakat adat Meyah Arfak, “tutur Paul Finsen.

Dewan Adat juga menghimbau kepada masyarakat adat setempat agar kerja serius dan serius kerja di perusahaan tersebut dan jangan mudah terprovokasi oleh siapapun tetapi harus membangun komunikasi yang konstruktif dan sejuk dengan pihak perusahaan PT Medco Capitol.

Persoalan kemudian dinyatakan selesai dan berdamai lalu dilanjutkan dengan makan bersama di rumah Musa Mandacan Ketua Dewan Adat 7 wilayah Suku Meyah Arfak Manokwari di kampung sembab, SP 7, Kabupaten Manokwari.

Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat, pada dasarnya mendukung program pemerintah dalam hal investasi dan perdagangan serta pembangunan Jalan dan lainnya dengan catatan harus pembangunan tersebut menguntungkan masyarakat adat Papua. Sehingga ke depan masyarakat adat bisa menjadi Tuan di negerinya sendiri. (***)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *