DAP : Dinilai Sensitif, Jangan Ada Yang Keluarkan Pernyataan Terkait Konflik Palestina- Israel

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Konflik Palestina-Israel yang sekarang sedang melakukan aksi-aksi Militer besar-besaran di Wilayah yang menjadi sengketa Antara Bangsa Israel dan Palestina bukan hal baru melainkan ini hal yang sudah lama dan sensitif.

Kepada media ini, Rabu (25/5) Ketua DAP WILAYAH III DOBERAY, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP, menyampaikan, dibilang sangat sensitif karena kedua bangsa ini baik Palestina dan Israel itu selalu dibahas di dalam kitab suci beberapa Ajaran Agama.

Menurut Paul Finsen Mayor bahwa, hal ini menjadi perhatian Serius, Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat untuk memberikan Pernyataan kepada semua penduduk di atas Tanah Papua, agar tidak boleh mengeluarkan pernyataan mengenai Konflik Palestina dan Israel karena Sensitif karena pada Umumnya masyarakat adat Papua selalu menganggap Palestina dan Israel sebagai tempat suci.

” Atasnama Masyarakat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat mengingatkan semua penduduk dan semua kalangan di Tanah Papua terutama di Provinsi Papua Barat untuk tidak mengeluarkan pernyataan apapun mengenai Konflik yang Terjadi di timur tengah yakni Palestina dan Israel, “tuturnya.

Lanjut Paul Finsen, sehingga keamanan dan kenyamanan serta kekeluargaan di Tanah Papua tetap terjalin dan terjaga dengan baik. Apalagi orang Papua sangat menghargai adat istiadat sehingga, Adat Papua mengatur apabila masalah diluar jangan bawa masuk ke dalam rumah. Artinya konflik Palestina dan Israel adalah murni konflik politik dan perebutan Tanah yang diyakini sebagai Tanah perjanjian. Maka itu urusan politik kedua belah pihak yang sejatinya merupakan urusan pribadi kedua belah pihak dan tidak ada kaitannya dengan kita sebab itu konflik politik.

” Maka, pernyataan kami dari Rumah Adat ( DAP ) sudah jelas tidak boleh siapapun dan atasnama apapun mengeluarkan pernyataan terkait Konflik Palestina dan Israel karena itu murni Konflik politik, “ujar Paul Finsen.

Paul menambahkan, apabila dikemudian hari ternyata ada yang mengeluarkan pernyataan dan menjadi masalah maka oknum itu akan bertanggungjawab baik secara hukum positif maupun Hukum Adat Papua, yakni, kalau Hukum Adat Papua jelas siapapun yang bikin masalah di Tanah ini maka diusir keluar dari Tanah Papua. (***)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *