DAP: Banyak OAP Meninggal di RS, Kinerja RS Harus Dievaluasi

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Pengaduan Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat yang mengadu ke Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat terkait dengan Pasien Orang Asli Papua ketika dibawa ke Rumah Sakit selalu saja meninggal ?

Apakah karena Pola Penanganannya? Ataukah biaya pengobatan Terlalu Mahal? Ataukah obat-obatan yang ada kurang memadai? Itu perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Terkait dengan hal itu, Kepada media ini melalui telepon selulernya, Kamis (27/5), Ketua DAP WILAYAH III DOBERAY, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP, mengatakan, maka, menurut pandangan dari Rumah Besar Masyarakat Adat Papua ( DAP ) bahwa kalau dalam penanganan Pasien Orang Asli Papua sebaiknya segera diambil tindakan penyelamatan pasien dulu baru nanti bicara biayanya dari belakang, karena Nyawa manusia Papua sangatlah penting.

Lebih lanjut dikatakan Paul Finsen Mayor bahwa ungkapan kekesalan dan kekecewaan dari masyarakat adat Papua itu diungkapkan kepada Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat, maka dengan ini mendesak Pemerintah Provinsi Papua Barat dan semua kabupaten kota di Papua Barat. terutama Pemerintah Kabupaten Manokwari sebagai Ibukota Provinsi Papua Barat, agar mengevaluasi Kinerja dari setiap Rumah sakit yang ada, terutama Rumah sakit pemerintah agar dapat mengakomodir dan menjawab Kebutuhan pengobatan masyarakat adat Papua.

Menurutnya, apalagi di UU Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dan Papua Barat jelas disitu bahwa mengenai Kesehatan dan Pendidikan. Itu sangat diprioritaskan oleh Pemerintah. Maka, segera Evaluasi Kinerja Setiap Rumah sakit yang ada sehingga dapat memberikan Pelayanan Terbaik bagi masyarakat adat Papua.

Disisi lain, kata Paul Mayor, kesejahteraan Tenaga medis dan atau tenaga Kesehatan itu perlu juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar mereka bekerja maksimal dalam pelayanan kesehatan bagi Masyarakat Adat Papua, kita mau kesehatan orang Papua diprioritaskan sehingga menekan angka kematian orang Papua,

” Perlu juga agar pihak Rumah sakit memberikan Pemahaman. Kepada masyarakat adat Papua terkait dengan rekam medis pasien artinya masyarakat diberikan pemahaman untuk setiap 6 bulan atau 1 tahun melakukan pemeriksaan rutin kesehatan sehingga ada rekam medis jadi ketika dibawa ke rumah sakit, pihak medis bisa dengan cepat melakukan. Penanganan kesehatan bagi pasien karena sudah ada rekam medisnya, “tutur Paul.

Paul menambahkan, Pemerintah daerah perlu menganggarkan dana untuk membeli peralatan medis yang canggih dan modern demi menjawab kebutuhan pengobatan dan pelayanan kesehatan bagi Masyarakat Papua. (***)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *