1.000 Personil TNI-Polri Disiapkan Kawal Api Obor Asian Games 2018 Di Raja Ampat

Adat
Bagikan berita ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

RAJA AMPAT, Honaipapua.com, – Sekitar 1.000 aparat keamanan gabungan dari Polri dan TNI menggelar apel gabungan, gelar pasukan pengamanan jelang kedatangan kirab obor Asian Games 2018 di Sorong dan Raja Ampat, Kamis (26/7/2018).

Gelar pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Brigjen Pol. Rudolf Alberth Rodja.

Sebanyak 1000 pasukan gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk pengamanan kedatangan kirab obor Asian Games 2018 ke Sorong dan Raja Ampat. Di Raja Ampat, usai gelar pasukan, dilanjutkan kegiatan gladi resik, kirab obor Asian Games 2018, dimana kegiatan gladi ini untuk melihat sejauh mana kesiapan panitia dan pendukung acara dalam menyukseskan kegiatan dimaksud.

Menurut rencana, obor Asian Games 2018 akan dibawa dari Kota Sorong menuju pulau Pianemo. Di pulau wisata itu, api obor Asian Games akan dibawa selam oleh para penyelam profesional. Namun, sebelum menuju lokasi pulau Pianemo, kirab Obor Asian Games akan dikawal oleh iringan perahu tradisional khas Papua.

Selanjutnya obor Asian Games 2018 akan dibawa kembali menuju kota Waisai, dan akan di arak menuju pantai wisata WAISAI TORANG CINTA (WTC). Di pantai wisata WTC, kirab obor rencananya akan disambut tarian adat khas Papua dan sejumlah atraksi budaya khas Papua.

Selanjutnya obor akan dibawa menuju kantor Bupati Raja Ampat untuk diinapkan semalam. Keesokkan harinya atau Jumat (28/7/2018), api obor Asian Games 2018 akan dibawa menuju Makassar melalui Kota Sorong.

Terkait dengan sarana transportasi yang akan membawa rombongan kirab obor Asian Games 2018 dari Sorong ke Raja Ampat, Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, mengatakan pihaknya telah menyiapkan kapal alternatif yakni Marina Express Bahari untuk mengganti kapal perang yang sebelumnya diusulkan oleh pihak INASGOC untuk digunakan dalam penghantaran Rombongan kirab obor Asian games ke pulau Pianemo.

Hal ini menurut Umlati dikarenakan kapal perang yang digunakan nanti akan sulit untuk masuk ke areal pulau wisata pulau Pianemo.

“Terkait kesiapan Pemerintah Daerah, pihaknya sudah siap 95% dalam menyukseskan event internasional dimaksud,” jelasnya. (Wyr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *