DAP Desak Penyidik Kejati Papua Segera Eksekusi Tersangka Kasus Korupsi

Tipikor
Bagikan berita ini
  • 42
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    42
    Shares

Jayapura, Honaipapua.com,- Pernyataan masyarakat Adat Papua dalam hal ini elemen-elemen masyarakat seperti para kepala suku, lembaga Bantuan Hukum, LSM anti korupsi, Tokoh Masyarakat, tokoh Pemuda, Para Aktivis kemanusiaan dan Mahasiswa meminta dengan tegas kepada penyidik Kejaksaan Tinggi Papua untuk segera menangkap (eksekusi) tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah Bansos tahun 2015 yakni, mantan Ketua Bawaslu Papua Barat, inisial AN.

Menurut ketua DAP wilayah III Papua Barat, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP bahwa saat ini tersangka masih aktif bekerja sebagai komisioner Bawaslu Papua Barat dan menikmati gaji serta fasilitas Negara.

” Yang bersangkutan segera dipanggil, diperiksa dan ditahan sesuai ketentuan hukum. Sebab Sekretaris dan bendahara sudah ditahan dan disidangkan, tapi anehnya ketua sampai hari ini masih berkeliaran diluar dan melakukan aktivitasnya sebagai komisioner Bawaslu Papua Barat. Bagi kami ini sesuatu yang sangat menyakiti hati masyarakat adat Papua, kenapa, ? Sebagai Anak Adat ida Mandowen bisa ditahan dan diproses hukum, tapi AN masih dibiarkan bebas?? ini hukum seperti apa ???

Maka dengan itu seluruh Masyarakat Adat Papua mendesak penyidik Kejati Papua agar segera panggil dan tahan tersangka AN, sebab kalau dibiarkan berarti masyarakat Papua “mencurigai” kinerja Kejaksaan tinggi Papua ( KEJATI PAPUA).

Diketahui bahwa perwakilan Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay dan masyarakat adat sudah serahkan surat kepada Kasie Penkum Kajati Papua Dr. Efie Numberi, SH,MM dan mendesak tersangka segera dieksekusi dan diserahkan di Kantor Kejati Papua di Jayapura hari ini oleh Donald selaku koordinator dan mahasiswa Papua Barat di Jayapura.

Dan surat pernyataan demo pada hari Senin lalu di Manokwari telah diserahkan kepada Kajati Papua, yang mana isi surat tersebut tentang pendemo memberikan waktu 3 hari kepada penyidik Kejati sudah melakukan penangkapan dan penahanan tersangka. Dan kalau penyidik belum merespon isi surat tersebut maka masyarakat akan kembali melakukan aksi demo. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *