Fasilitas Kurang Memadai, Polsek Aitinyo Minta Perhatian Serius Pemda Maybrat 

Sosok
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MAYBRAT,Honaipapua.com, -Kapoksek san para Anggota mengharapkan adanya pwrhatian yang serius dari pemerintah daerah kabupaten Maybrat tentang pembangunan jalan dan penerangan.

” Tugas dan tanggungjawab dalam menjaga Kamtibmas, Melayani, Mengayomi dan Melindungi Masyarakat Aitinyo serta penegakan hukum, sangatlah berat, untuk itu, kami meminta perhatian dari Pemda Maybrat untuk memperbaiki kondisi ruas jalan yang rusak dan memasukan jaringan listrik dan jangkauan telekomunikasi di wilayah hukum Polsek Aitinyo, “harapnya.

Saat ditemui media ini kepada Kapolsek Aitinyo IPTU Rusdi Maknum, Sabtu (10/9/2019) mengatakan, di wilayah hukum Polsek Aitinyo terdiri dari 5 Distrik dan kurang lebihnya terdapat 61 kampung yang letaknya cukup berjauhan dari Polsek Aitinyo.

” Wilayahnya cukup luas dengan kondisi jalan yang rusak dan tidak ada jalan alternatif untuk menjangkau Distrik di wilayah hukum kami, “ungkapnya.

Kondisi jalan masuk ke Polsek dari jalan utama, baik dari Fategomi Distrik Aitinyo Utara maupun dari pasar Athabu (pasar harga diri) banyak jalan yang rusak, kurang lebih 4 sampai 5 km.

” Apabila ada TKP di Kampung Kambufaten dari Polsek harus memutar ke Fategomi atau pasar Athabu dengan melewati jalan yang rusak parah, sehingga kami harus menghabiskan waktu 1 jam, bahkan sampai 2 jam untuk sampai ke TKP, “ungkapnya.

Lanjut mantan Kapolsek Aifat ini, bahwa selain itu juga Kondisi penerangan listrik PLN sampai saat ini belum ada di Polsek Aitinyo, sebelumnya Polsek menggunakan listrik kampung dengan menggunakan Genset kampung, namun kurung waktu 2 tahun terakhir ini tidak berfungsi lagi. Mengingat tingkat Kriminalitas di wilayah hukum Polsek Aitinyo cukup tinggi, yakni, kebanyakan kasus penganiayaan dan pengrusakan, sedangkan jarak ke TKP (Tempat kejadian perkara) cukup jauh.
.
” Sarana Telekomunikasi berupa handphone tidak bisa berfungsi, di Polsek apabila hendak komunikasi keluar, kami harus ke Gunung Signal yang jaraknya kurang lebih 11 km kearah Fategomi, “bebernya.

Menurutnya, kesulitan yang paling utama dihadapi di Polsek, yaitu, sarana Transportasi berupa kendaraan roda 4, salah satu contoh apabila masyarakat datang ke Polsek membuat pengaduan tentang suatu tindak pidana yang terjadi di kampung, kami menggunakan sepeda motor untuk datang ke TKP, kesulitannya apabila pelaku kami hendak bawa ke Polsek untuk diamankan sangat sulit bagi kami bawah dengan sepeda motor dan hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan petugas maupun pelaku dan saksi yang hendak dimintai keterangan di Polsek, sehubungan tindak pidana yang terjadi. Kemudian berikutnya, apabila kami hendak melakukan Patroli bersama anggota kami maupun Patroli gabungan dengan melibatkan rekan-rekan kami dari TNI, tidak bisa kami lakukan, apalagi cuaca hujan sedangkan di wilayah kami ini curah hujan sangat tinggi. kami hanya bisa melakukan dengan menggunakan roda 4, itu pun juga harus kendaraan yang Doble Gardan, karena jalan banyak yang rusak. Selain itu juga Sarana air bersih juga merupakan kendala bagi sangat kami yang di Polsek buat masak saja sulit, apalagi buat mandi dan anggota mandinya di Danau Uter tepatnya di MCK- nya pun juga tidak berfungsi lagi, sampai saat ini untuk air bersih kami mengharapkan air hujan, “kisah Rusli Maknum yang baru menjabat 2 bulan.

Kapolsek dan para anggotanya berharap kepada pemerintah daerah, agar bisa memperhatikan membangun suatu daerah harus dimulai dari sisi keamanan dulu, kalau keamanan didalam masyarakat tercipta dan pihak keamanan terdukung, dengan sarana yang memadai, otomatis wilayah Aitinyo akan maju dengan pesat sesuai dengan harapan kita semua.

Harapan kami kepada Pemerintah daerah Kabupaten Maybrat kiranya dapat mengambil bagian untuk mendukung kami dalam menjaga Kamtibmas, melayani, mangayomi dan melindungi masyarakat di Aitinyo, serta penegakan hukum, sehingga dapat tercipta keamanan dan ketertiban dalam masyarakat, terutama yang kami perlukan sarana Air bersih, penerangan dan kendaraan roda 4, “tambah Rusdi Maknum lagi. (ones)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *