Pemda Sorsel Tidak Respon Ganti Rugi, Warga Pemilik Hak Ulayat Ancam Lalukan Aksi

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong Selatan,Honaipapua.com, -Sekretaris LSM Gerimis, Frengki Onim, sesalkan dengan tidak ada tanggapan yang serius dari Pemda Sorong Selatan, terkait aspirasi ganti rugi tanaman tumbuh di areal pembuatan jalan Bidare-Kokoda, sehingga warga atau masyarakat Bidare akan melakukan aksi di Kantor Bupati Sorong Selatan.

” Warga Bidare menilai Pemda Sorsel tidak bertanggungjawab atas pembayaran ganti rugi hak ulayat dan tanaman yang tumbuh di sepanjang jalan Trans Bidare-kokoda, “Jelas
Sekertaris LSM Gerimis, Frengky Onim kepada media ini.

Dikatakan Onim yang juga selaku ketua mahasiswa Bidare, sampaikan bahwa Marga Taepue dan warga Bidare akan menggugat Pemda Sorsel, terkait pengrusakan lingkungan dan penggusuran tanaman jenis sagu, ratusan pohon di wilayah Bidare.

Lanjut Onim, kontraktor sudah kerjakan jalan tersebut, otomatis sangat merugikan masyarakat adat wilayah Bidare, karena tanaman pohon sagu, yang tumbuh subur di musim kemarau, tidak perlu pemupukan atau pengairan ini, juga merupakan makanan pokok masyarakat Bidare dan Kokoda, sejak nenek moyang bahkan sampai regenerasi saat ini, telah digusur habis kontraktor atas rekomendasi Pemda Sorong Selatan.

” Jika memang Bupati merasa bagian dari anak adat suku Imeko, tolong di perhatikan apa yang menjadi hak kesulungan warga masyarakat Bidare, siapa lagi yang mau bangun Imeko, kalau bukan kita sebagai anak negeri, “Pungkasnya.

Pihaknya menduga proyek jalan trans Bidare-Kokoda yang telah dikerjakan ini, tidak memiliki ijin AMDAL, karena setahu kami, untuk mendapatkan AMDAL tentu memiliki proses yang tidak gampang, harus melalui tahapan kajian, sebab proyek tersebut, dibiayai oleh APBN tahun 2019, melalui Kementerian Pembangunan daerah tertinggal (KPDT). (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *