Jaga Kamtibmas, Ini Pesan Bupati Maybrat dan Wakapolres

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Maybrat,Honaipapua.Honaipapua.com, -Bupati Kabupaten Maybrat Drs.Bernard Sagrim,MM Saat Berdiskusi Bersama Kompol.Tutur Opusunggu Wakapolres Porles Sorong Selatan, Sabtu (24/8).

Dinamika OAP (Orang Asli Papua Ini) ini terjadi di seluruh tanah Papua. Fakta yang ada sampai dengan kemarin, cuma eskalasi yang tinggi ada di kota Fak-Fak.

Namun seuai dengan laporan yang di sampaikan oleh Pak Wakil Bupati Maybrat ini, ada tiga titik utama aktifitas para pendemo.

Tiga titik diantaranya yaitu, pertama di Kumurkek, kedua Bandara Udara Kambuaya dan yang ke tiga yaitu, di Fratafen, Sagrim juga menegaskan bahwa seluruh aspirasi ini sudah sampai ke kami. di mana aspirasi yang di sampaikan oleh seluruh Orang Asli Papua ini, pada intinya semua sama dari Sorong sampai Merauke.

Menurut Sagrim, yang jadi masalah ini adalah siapa yang menyebar informasi hoaks ini, kemudian informasi ini apakah benar atau tidak. Sesuai informasi, ada yang mengatakan bahwa mahasiswa Papua buang bendera merah putih di Got, Parit atau Selokan yang mengakibatkan anak-anak kami yang Mahasiswa ini di serang oleh Organisasi Masa radikal yang ada di sana.

Dimana ORMAS ini tidak memferifikasi bahasa atau informasi ini dengan baik, akhirnya mereka melakukan penyerangan sepihak, yang kemudian memunculkan kata-kata bersifat rasisme seperti kata Monyet yang sekarang lagi firal di berbagai media baik media domestik maupun media manca negara.

Statement ini yang membuat Orang Asli Papua (OAP) tidak menerima ucapan demikian, maka dari itu munculah seperti situasi sekarang ini.

Oleh sebab itu, sekali lagi saya tegaskan bahwa informasi ini kami belum tau benar atau tidak, oleh karena itu, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Maybrat untuk menjaga keamanan serta jangan membuat hal-hal yang akan memicu konflik yang lebih besar lagi.

Sagrim juga menuturkan bahwa dalam aspirasi ini juga, ada beberapa hal yang di sampaikan terutama mengenai penerimaan CPNS, beliau menyatakan bahwa hal-hal seperti ini harus di sampaikan, karena ini merupakan bagian-bagian yang penting yang membuat sehingga Orang Asli Papua merasa bahwa apa istimewahnya bagi kami kalau memang benar kami ini istimewah.

Kami ini “aparatur sipil negara yang bebicara berdasarkan kepercayaan yang di berikan buat kami.

” Tetapi secara pribadi saya “Bernard Sagrim” sangat tersinggung berat dengan perkataan Monyet, memangnya Monyet itu ada di Papua, ” tutur Sagrim.

Menurut Sagrim, Monyet inikan cuma ada di pulau jawa saja tidak ada di papua, silahkan cek dari Sorong sampai ke Merauke kan tidak ada, kalaupun ada mungkin dari kehutanan yang melakukan penyitaan berdasarkan UU sehingga ada satu atau dua begitu saja di Papua, tetapi kalau di lihat secara habitat Monyet ini hanya ada di Pulau Jawa sedangkan di Papua tidak ada.

Sagrim juga menuturkan bahwa, kalau kamu atau masa ini tau siapa yang menyebutkan kata Monyet untuk Orang Asli Papua itu segera tangkap dan bawa dia ke sini ke depan saya, supaya saya mau tanya dia bahwa, dia itu latar belakangnya bagaimana, Orang Tuanya Dari Mana, Bapanya nama siapa keturunan dari mana.

Jadi itu yang perlu saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Maybrat bahwa saya ini sangat tersingung dengan perkataan Monyet yang bersifat Rasisme, “tutup Bupati Bernard Sagrim. (ones)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *