Pemilihan Kepala Kampung, Solusi Konflik SAKO-KARYA di Maybrat

Seni & Budaya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Maybrat,Honaipapua.com,- Ketua Tim Sukses Pasangan Drs, Bernard Sagrim, MM., – Drs. Paskalis Kocu, M.Si., sebagai Pemenang Bupati dan Wakil Bupati Maybrat, Yonas Yewen, A.Md.Tek., secara tegas mendukung rencana Kebijakan Bupati dalam Pemilihan Kepala Kampung serentak di Kabupaten Maybrat tahun 2019 ini, merupakan salah satu solusi atasi isue sekaligus konflik SAKO-KARYA pada Pemilukada Maybrat 2017 silam.

” Kami pada prinsipnya mendukung kebijakan Drs. Bernard Sagrim, MM., – Drs. Paskalis Kocu, M.Si., sebagai Bupati dan Wakil Bupati Maybrat atas pemilihan Kepala Kampung secara serentak di Kabupaten Maybrat pada bulan Agustus paling cepat dan paling lambat oktober 2019 mendatang, hal ini merupakan solusi atasi konflik SAKO-KARYA”, ” ungkap Ketua Timses SAKO Wilayah Mare, Yonas Yewen, A.Md.Tek., dikirim melalui Press Releasenya, kepada media ini, Minggu (07/07/2019).

Menurutnya, Pemilihan Kepala Kampung secara serentak pada tahun 2019, merupakan rujukan Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat, menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 06 Tahun 2014 tentang Desa.

” Selama ini, Kepala Kampung telah mengelola Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) sejak tahun anggaran 2015, tapi belum menjalankan sepenuhnya UU No. 06 Tahun 2014 tentang Desa yang terdiri 122 pasal dan 65 halaman, terkait dengan Pemilihan Kepala Desa secara serentak. Syarat pencalonan Kepala Desa, Pengelolaan Keuangan Desa, Muskam, Musdis, pemerintah kampung, wajib Pembuatan Dokumen RPJMK, RKPK, APBK, Dokumen Pencairan, LPJ DD, ADD dll, ” ungkap Mantan Pendamping Desa P3MD Distrik Salawati Selatan, Kabupaten Sorong itu.

Lebih lanjut, Yonas menjelaskan, Syarat Calon Kepala Kampung mengacu Pasal 33- pasal 39 UU No.6 Tahun 2014. Calon Kepala Desa minimal berijasah SMP atau sederajat, tidak PNS, tidak pengurus Parpol, tidak cacat hukum, tidak pernah jabat kepala kampung secara berturut atau tidak secara berturut selam 3 periode, Panitia Pemilihan Kepala Desa dibentuk oleh Pimpinan dan Anggota Baperkam, masa jabatan kepala Desa selama 6 tahun.

” Pemerintah kabupaten Maybrat semestinya juga lelang Jabatan kepala kampung seperti Kepala Distrik, Lurah, Kepada Dinas, Kepala Badan, dengan tujuan menghindari konflik dan memang benar-benar pejabat yang prestasi, memenuhi kriteria pejabat sesuai UU ASN, “ucap mantan wartawan disalah satu koran di Sorong itu.

Ditanya media ini, terkait mereka yang diangkat dan diberikan nota dinas adalah Tim sukses SAKO Bupati dan Wakil Bupati sekarang.

” Saya ketua tim sukses SAKO wilayah Mare, mereka tim kerja sudah diberikan jabatan penghargaan dengan Nota Dinas kepala Kampung, Kepala Dinas, Kepala Badan dan sejenis jabatan lainnya, kurang lebih 2 tahun. Sudah cukup menikmati dan sekarang pemerintah daerah bukan pemerintahan tim sukses atau timker, timses sudah berakhir tanggal 15 Februari 2017, ” tambah Yonas Yewen. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *