Usulan Partai Demokrat PAW Kader, Adjid Minta Tunjukkan Bukti 

Politik
Bagikan berita ini
  • 165
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    165
    Shares

KAIMANA, Honaipapua.com,- Drs. Adjid Hi Kadir Wakil Ketua I DPRD Kaimana, yang saat ini masih menjabat aktif sebagai pimpinan DPRD Kaimana, akhirnya angkat suara soal permohonan PAW yang dilayangkan partai Demokrat terhadap dirinya.

Ketika dikonfirmasi di DPRD Kaimana, Selasa (4/9), Adjid menyampaikan bahwa pihaknya tidak melakukan kesalahan apapun sampai dirinya harus diberhentikan oleh partai Demokrat.

” Tunjukan ke saya, kesalahan saya apa untuk partai Demokrat. Surat permohonan PAW pertama, sudah saya gugat, dan surat kedua juga saya sudah gugat ke Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta Pusat, “ujarnya.

Lanjutnya, sementara ketika disinggung status tersangka yang disangkakan terhadap dirinya, atas dugaan korupsi dana Bansos haji 2011/2012, yang juga menjadi salah satu item yang ditandatanganinya dalam pakta integritas partai demokrat bahwa ketika tersandung hukum maka harus mengundurkan diri dan siap diberikan sanksi dari partai Demokrat.

” Dan menyangkut Pakta integritas, terus saya salah, pakta integritas itu apanya. Saya, kasih lihat saya pakta integritas to. Sudah lama jadi saya sudah tidak tahu. Makanya tanya di polisi sana, sampai sekarang kan tidak bisa dibuktikan, makanya jaksa kan tidak pernah bikin apa-apa. Lalu, kalau mau kasih lihat itu. Sekarang ada ketentuan disini bahwa seorang anggota DPRD itu tidak bisa diberhentikan, kecuali dia itu terdakwa. Saya sekarang apa, “ungkapnya.

Sementara itu, dari pantauan kami dilapangan, bahwa Selasa (4/9) kemarin, partai Demokrat kembali mendatangi DPRD Kaimana. Namun karena di DPRD ada kegiatan paripurna LKPJ Tahun Anggaran 2017, sehingga massa dari partai Demokrat tidak bisa masuk ke DPRD Kaimana. Namun rencananya, Demokrat akan kembali ke gedung DRPD Kaimana, Rabu (5/9) besok, dengan tujuan melakukan audience dengan DPRD Kaimana atas proses PAW Adjid Hi Kadir.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kaimana, Fredy Thie saat dikonfirmasi melalui telepon celularnya mengungkapkan bahwa, partai Demokrat mendatangani DPRD karena hanya untuk membicarakan hak politiknya partai demokrat.

Thie juga mengatakan bahwa proses PAW Adjid Hi Kadir ini akan terus dikawal.

Dikatakan Fredy Thie, sekelompok orang datang ke DPRD dengan maksud agar bisa audience dengan DPRD Kaimana. Tetapi ternyata ditahan oleh Satpol PP didepan jalan masuk ke gedung DPRD Kaimana. Sebenarnya kapasitas Satpol PP ini sebagai apa. DPRD ini kan gedung rakyat, dan rakyat mau datang sampaikan aspirasi mereka di gedung rakyat ini.

” Kami punya alasan kuat untuk mengusulkan PAW yang bersangkutan. Pertama, yang besangkutan sudah menempuh jalur hukum dengan menggugat partai demokrat, padahalnya partai sudah menggusung dia sebagai wakil ketua, sebagai wakil fraksi demokrat. Sehingga partai terpaksa ambil keputusan untuk memberhentikan dia. Kedua, yang bersangkutan ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan korupsi dana Bansos haji. Dan ini, yang bersangkutan sudah mendandatangani pakta integritas yang didalamnya menyatakan bahwa yang bersangkutan harus mengundurkan diri atau siap untuk diberikan sanksi dari partai politik, jika tersandung kasus hukum, “jadi sudah sangat jelas, “ujarnya.

Sementara kaitan dengan pakta integritas partai demokrat yang ditandatangani oleh Adjid Kadir, lanjut Thie, pengurus partai akan menyampaikan bukti kepada DPRD Kaimana, bahwa yang bersangkutan telah melanggar aturan partai.

” Kalau yang bersangkutan sudah menjawab bahwa kami harus menunjukkan bukti, maka kami berangggapan bahwa yang PAW yang besangkutan ini sudah clean n clear. Karena yang bersangkutan sudah melanggar pakta integritas yang ditandatanganinya dan dibubuhi tanda tangan basah, “bebernya.

Sementara itu, partai Demokrat juga tetap bersih keras untuk datang kembali ke DPRD Kaimana, untuk mempertanyakan proses pengumuman PAW kepada kadernya ini.

” Kami tadi sudah datang, dan ternyata tidak bisa audience dengan DPRD. Besok kami pasti akan datang kembali, karena menurut kami, sesuatu yang salah ini kami akan terus maju dan memperjuangkannya. Keadilan dan kebenaran akan terkuak, kalau terus kita perjuangkan, “pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *