STAKE HOLDER DEKLARASI KOTA SORONG DAMAI

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Sorong,Honaipapua.com, -Walikota Sorong Drs. Ec Lambert Jitmau, MM menghadiri sekaligus menandatangani Deklarasi Kota Sorong Damai, bertempat di Lapangan Hocky Kota Sorong, (06/09).

Penandatanganan Deklarasi tersebut dihadiri Wakil Walikota Sorong Ibu dr. Hj Pahima Iskandar, Sekretaris Daerah Ibu Dra. Welly Tigtigweria, Ketua DPRD Ibu Petronela Kambuaya, S.Pd. M.Pd, Pimpinan TNI/Polri, Unsur Forum Pimpinan Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, dan seluruh elemen masyarakat Kota Sorong.

Adapun 3 point yang dituangkan dalam pernyataan sikap Deklarasi Kota Sorong Damai, yang dibacakan Sekretaris Jenderal Forum Lintas Suku Asli Papua Raya Kota Sorong Jerry Gemenof. Diantaranya, mengutuk dan menolak dengan tegas segala bentuk diskriminasi dan Rasisme.

Kemudian mengutuk dan menolak dengan tegas segala bentuk unjuk rasa yang berujung anarkisme serta kegiatan yang mengancam kedaulatan NKRI di Kota Sorong. Dan menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat yang mendiami Kota Sorong agar secara bersama-sama berkomitmen menjaga stabilitas keamanan, ketertiban serta kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Yang terakhir ialah Hiduplah Damai dengan Semua Orang Di Tanah Malamoi.

Dalam sambutannya, Walikota Sorong Lambert Jitmau, mengajak seluruh pihak bergandengan tangan menepis isu-isu tidak benar yang berkembang. Dalam hal ini semua pihak harus sepakat Kota Sorong aman dan damai.

“Perbedaan agama, suku, ras bukan merupakan jurang pemisah yang bisa memecahkan diantara kita. Tapi perbedaan itu harus dijadikan modal utama untuk membangun bangsa dari Sabang sampai di Merauke,” harap Walikota.

Disampaikan pula, keindahan tanah Papua perlu dijaga dan dilestarikan. Dimana semua pihak memiliki tanggung jawab menunjukkan di mata dunia bahwa mempertahankan NKRI dengan menjaga kedamaian dan keamanan melalui dari ujung timur Indonesia yakni Papua sampai ke ujung barat Indonesia, yakni, Sabang.

Lanjutnya, pemuda adalah harapan bangsa yang kelak dapat membangun tanah ini menjadi lebih maju. Oleh karena itu, pemuda harus dirangkul dengan baik untuk sama-sama berbuat yang terbaik.

“Mari kita rangkul semua, yang menangis, yang marah harus dirangkul bersama. Demo boleh karena dijamin undang-undang, tapi kalau demo yang anarkis tidak boleh dilakukan karena akan merusak fasilitas yang telah dibangun. Pemuda jangan tidur banyak, tapi bangun banyak dan buka mata banyak untuk bangun tanah ini,” tandasnya. (ones)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *