Komisi C Kecewa, Daya Serap Semester I Dibawah 50 Persen

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Komisi C DPRD Kaimana kecewa terhadap kinerja pemerintah daerah terutama bidang yang diawasi oleh Komisi C seperti Bappeda Penelitian dan Pengembangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pertanian Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, serta Dinas Lingkungan Hidup.

Keenam OPD ini merupakan bagian dari pengawasan Komisi C DPRD Kaimana.
Ketua Komisi C DPRD Kaimana, Ridwan Omber mengatakan bahwa kondisi realisasi anggaran tahun 2019 ini jauh lebih rendah kalau dibandingkan dengan pelaksanaan anggaran 2018 yang lalu.

“Kalau kita bandingkan justru tahun ini lebih rendah dari pada tahun lalu. Padahalnya harapan kami dari DPRD bahwa, dari tahun ke tahun ini harusnya lebih baik. Ini yang dari waktu ke waktu terus kami sampaikan kepada pemerintah daerah, bahwa DPRD sudah berusaha untuk menetapkan APBD tepat waktu. Dengan harapan awal tahun anggaran program kegiatan yang sudah direncanakan sudah mulai dilaksanakan. Ini sudah sampai enam bulan, tetapi realisasinya masih seperti ini,” ungkapnya.

Ridwan juga mengatakan bahwa sering alasan yang dilemparkan oleh dinas terkait tidak tepat. “Kalau alasannya hanya karena ada perubahan regulasi, maka itu tidak tepat. Itu menjadi tekis yang merupkaan bagian kerja dari eksekutif. Tetapi kalau dari jauh hari jika sudah ada perubahan regulasi, maka OPD terkait harus jemput bola. Jangan menunggu. Kalau menunggu hanya karena regulasi ini, maka pasti akan berdampak pada impelementasi program kegiatan yang sudah direncanakan,” pungkasnya.

Salah satu OPD yang juga menjadi sorotan Komisi C adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Pasalnya daya serap anggarannya per semester pertama baru mencapai 4,08 persen.

“Dinas Pekerjaan Umum ini kan merupakan salah satu dinas yang alokasi anggarannya besar. Sampai semester pertama ini kan baru terserap 7 Miiaran. Kalau kita lihat rance waktu saat ini, tinggal tiga bulan efektif. Apakah program kegiatan yang sudah direncanakan ini bisa diselesaikan dalam jangka waktu tiga bulan. Palingan nanti juga dikembalikan karena tidak digunakan, dan akan berpengaruh pada silpa kita yang nantinya membengkak,” ungkapnya.

Sementara itu, dari data yang kami dapatkan, keenam OPD menjadi bidang pengawasan Komisi C ini antara lain, Bappeda Penelitan dan Pengembangan dengan realisasi sebesar Rp. 8.398.470.059 atau sebesar 35,01% dari pagu anggaran sebesar Rp. 23.987.381.232. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan realisasi semester pertama sebesar Rp. 7.269.101.000 atau sebesar 4,08 % dari pagu anggaran sebesar Rp. 178.191.995.534. Dinas Pertanian Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan realisasi semester pertama sebesar Rp. 4.422.815.935 atau 23,92 % dari pagu anggaran sebesar Rp. 18.491.220.768. Dinas Perhubungan dengan realisasi semester pertama sebesar Rp. 2.152.578.860 atau 2,42 % dari pagu anggaran sebesar Rp. 13.847.208.053. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian realisasi semester pertama sebesar Rp. 558.349.414 atau 20,14 % dari pagu anggaran sebesar Rp. 2.771.706.003. Dinas Lingkungan Hidup dengan realisasi semester pertama sebesar Rp. 3.433.795.996 atau 35,87 % dari total pagu anggaran APBD 2019 sebesar Rp. 9.572.265.845.

“Dari sisa waktu pelaksanaan APBD 2019 yang tinggal tiga bulan efektif lagi ini, kami berharap agar keenam dinas ini bisa optimal melaksanakan program kegiatan. Karena waktu kita tidak lama lagi, tinggal tiga bulan. Kalau tidak efektif, pastinya akan bermasalah. Apalagi terkait dengan pembangunan fisik. Walaupun dikejar waktu tetapi kami berharap agar pengerjaan atau pelaksanaan pekerjaan itu sesuai dengan target capaian, dan tentunya harus menjaga kualitas pekerjaan atau program kegiatan. Sehingga uang milik rakyat ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan sampai persoalan yang pernah terjadi terulang kembali. Artinya kita bukan berjalan maju, tetapi berjalan ditempat,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *