Diduga Akibat Ricuh, Musda II KNPI Maybrat Ditunda

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Maybrat,Honaipapua.com, -Musyawarah Daerah (Musda) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maybrat, di Kantor KNPI Maybrat di Vaitmayaf, Sabtu (15/11), yang akan memilih ketua baru, harus ditunda hingga waktu yang belum pasti dan tanpa hasil sah dari sidang.

Data yang dihimpun media ini, penundaan tersebut diketahui karena diduga kericuhan yang terjadi ketika prosesi pemilihan Ketua KNPI Maybrat tengah berlangsung. Akibatnya, gedung megah Kantor KNPI Maybrat diduga di rusak.

Senior Ketua DPD KNPI Kabupaten Maybrat, yang juga menjadi Sekertaris Stering Comitte Musda II, Terry Isir, ST, membenarkan bahwa sidang harus ditunda karena terjadi kericuhan dan belum menghasilkan, serta menetapkan ketua DPD KNPI Maybrat terpilih.

Ditanya mengenai proses Musda, Terry menjelaskan, semua yang maju dan mencalonkan diri sebagai Ketua KNPI Maybrat adalah putra-putra terbaik Maybrat, yang memiliki loyalitas dan dedikasi untuk membangun pemuda-pemudi di Maybrat.

Mereka yang mencalonkan diri, sambung Terry, terpilih melalui forum Musda dan telah mengikuti prosedur, serta melengkapi persyaratan yang ditentukan.

Karena adanya kericuhan ini, Ketua DPD KNPI demisioner itu melanjutkan, telah menambah catatan hitam pelaksanaan Musda. Berkaca dari pelaksanaan Musda pertama, seharusnya hal ini tidak perlu terjadi lagi di Kabupaten Maybrat, kata dia.

“Semua konflik, semua pertikaian, semua perpecahan, persoalan-persoalan pribadi, intervensi-intervensi, saya minta kita hentikan. Jangan mengulangi pengalaman buruk beberapa tahun lalu. Seharusnya juga, tidak ada lagi intervensi-intervensi kepentingan dalam pemilihan Ketua KNPI Maybrat, sehingga hal-hal seperti ini tidak terjadi,”tegas Terry.

Kedepan, lanjut Ketua KNPI Maybrat Demisioner tersebut, ketika ketua baru terpilih, dia harus mengkonsolidasikan kader-kader dengan baik, serta menertibkan OKP yang belum tertib aturan.

“Kita koordinasikan dengan Kesbangpol dan OKP yang tidak jelas kita keluarkan dahulu, agar mereka tertib organisasi, tertib administrasi, sehingga bisa diterima di Maybrat,”imbuhnya.

Terry juga mengajak seluruh komponen pemuda agar bersepakat dan bersatu, mengakhiri konflik serta perpecahan yang selama ini terjadi di Kabupaten Maybrat.

Secara terpisah, Ketua Stering Comitte Musda II DPD KNPI Kabupaten Maybrat, Markus Jitmau, mengatakan, terkait hasil pelaksanaan Musda, memastikan bahwa belum ada hasil yang ditetapkan dari Musda tersebut, karena terjadi keributan di luar arena Musda yang mengharuskan proses penghitungan suara dan sidang pleno diskors.

Ditanya soal kronologi terjadinya kericuhan, Markus menjelaskan, ketika awal pembukaan, hingga pembahasan tata tertib dan penetapan kriteria, semuanya berjalan aman dan lancar.

Ketika dilakukan verifikasi dan penetapan berkas, sambung Markus, hanya ada dua dari tiga calon ketua yang lolos ke tahap berikutnya. Keduanya adalah Sebastian Bame dan Klemens Howay. Sementara langkah Nelson Hara untuk menjadi ketua harus terhenti, karena berkasnya tidak memenuhi syarat.

Tahapan selanjutnya, lanjut Markus, dilakukan pemilihan putaran pertama untuk dukungan perolehan suara 20 persen atau minimal 11 suara dari total 57 suara peserta Musda.

Saat perhitungan berlangsung, kata dia, disaksikan saksi yang telah tunjuk kedua bakal calon. Di tengah prosesi pemilihan ketua, sambungnya, keributan mulai terjadi.

“Batu mulai dilempar oleh orang dari luar gedung, listrik sengaja dipadamkan dan sidang terpaksa tidak bisa dilanjutkan. Pastinya, sebagai pimpinan sidang, saya tidak bisa sampaikan siapa ketua terpilih, karena belum ada pemilihan putaran kedua,”ujarnya.

Usai penundaan sidang ini, kata Markus, mereka akan melaporkannya ke DPD KNPI Papua Barat, untuk melanjutkan mereka yang akan mengambil langkah, apakah akan dilakukan tahapan lanjutan atau langsung menunjuk ketua terpilih, “tutup Markus jitmau. (ones)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *