Bernad Sagrim : Zonasi Sebagai Solusi Pengembangan SDM di Maybrat

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MAYBRAT,Honaipapua.com, -Bupati Kabupaten Maybrat, Drs.Bernard Sgrim,MM mengatakan, di kabupaten Maybrat harus dilakukan pergerakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di kabupaten Maybrat, termasuk arah kebijakan itu harus rubah, karena tantangan massa depan yang sudah beradapan dengan ilmu pengetahuan yang begitu berkembang cepat dan teknologi yang canggih sementara kita di Maybrat berkembang lambat.

“ Hal itu membuat kami pemerintah Maybrat mengambil langkah-langkah bagaimana mereviuw kembali kebijakan peendidikan dasar yang ada di kabupaten Maybrat dalam hal ini, mulai dari PAUD/TK/SD,SMP khususnya wilayah Ayamaru Raya sedangkan wilayah Aitinyo dan Aifat pekan depan,”ujar Bupati usai bertatap muka dengan tenaga pendidika dari sekolah PAUD/TK, SD dan SMP se-wilayah Ayamaru di aula pertemuan distrik Ayamaru, Rabu, (14/8).

Menurut Bupati, intinya bahwa sekolah-sekolah yang diselenggarakan di Kabupaten Maybrat, selama ini tidak memberi dampak yang tidak berkualitas. Karena penyebaran sekolah-sekolah terlalu banyak dan merata di seluruh tanah Maybrat.

“ Anak-anak yang sekolah itu paling jumlah siswanya satu dua sampai tiga serta empat orang dalam satu kelas, sehingga murid datang saat ujian bisa satu sekolah dua orang anak murid yang ikut ujian,”terang dia.

Bupati mengatakan hal ini, sangat tidak efisien yang berdampak pada pemborosan keuangan daerah dan negara. Karena sekolah itu di Subsidi dengan biaya yang mahal dari APBN maupun APBD tetapi target yang diharapkan tidak dapat tercapai.

“Baik dari sisi Kuantitas artinya, jumlah murid yang kita harapkan dalam satu kelas maupun kualitasnya, sehingga saya mengamati selama kepemimpinan saya di Maybrat kalau kita biarkan akan cukup fatal bagi keberlangsungan generasi kita yang akan datang, “tuturnya.

Selain zonasi yang kita terapkan dan juga ada sub zonasi seperti wilayah Mare, karena jaraknya begitu jauh satu wilayah menjadi pusat pendidikan disana, begitu pun di Ayamaru Utara dan di Ayamaru, sehingga dengan pola ini sekolah-sekolah yang ada dipinggir hanya menyelenggarakan pendidikan sampai kelas tiga.

“Kalau adanya pendidikan zonasi diterapkan, maka fasilitas pendidikan, perpustakaan, perumahan, dan tenaga pengajar juga disiapkan. Karena proses perhatian Pemkab Maybrat hanya di fokuskan satu tempat saja, termasuk tenaga pengajar kita harapkan tamatan Doktor dibidang Matematika, IPA, Fisika atau master di bahasa Inggris,”jelas dia.

Tadi banyak tenaga pengajar mengutarakan bahwa kami tenaga pengajar ini stok lama, maka menurut Bupati, secepatnya kita melakukan regenerasi peremajaan terhadap tenaga guru yang ada. Termasuk gurunya berkualifikasi seperti apa, sehingga pejabat yang ada melihat ya sekolah sudah semakin baik jadi kita masukan anak-anaknya di Maybrat sehingga terhindar dari pengaruh Minuman Keras, Narkoba dan Seks bebas, lebih baik dan nyaman sekolah di Maybrat.

Sementara Kepala dinas pendidikan pemuda dan olah raga Kabupaten Maybrat, Kornelis Kambu, S.Sos, M.Si mengutarakan, tujuan dari kegiatan ini untuk mendukung visi dan misi dari Bupati dan Wakil Bupati Maybrat, periode 2017-2022 dalam rangka pengembangan sistem pendidikan zonasi.

“Pengembangan sistem pendidikan kewilayahan, pak bupati mempunyai komitmen membangun pendidikan maka kita sebagai bawahan melaksanakan itu. Tidak ada motovasi apa-apa hanya demi menyelamatkan generasi emas Maybrat ke depan,”terang dia.

Kegiatan ini, kata Kornelis juga disertai tim kajian dari Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, tim ini bekerja selama satu pekan sampai tanggal 19 Agustus 2019 tim dampingi Pemkab Maybrat ke Kementerian Pendidikan di Jakarta.

“ Tim akan mengambil data kembali godok, selanjutnya kembali untuk mempresentasikan sekaligus diberi pembobotan dan di seminarkan. (ones)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *