Bawa Sajam 5 Orang Warga Puncak Jalani Pemeriksaan Salah Satunya Oknum ASN

Papua
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Timika,Honaipapua.com,- Kepolisian Resort Kabupaten Mimika, pada Rabu (12/6) lalu, melakukan razia guna mencegah bentrokan tidak terjadi di Timika yang dipusatkan di Distrik Kwamki Narama.

Aparat berhasil mengamankan 11 orang warga kabupaten puncak yang tiba di Timika.

Dari 11 orang terebut polisi melakukan pengeledaan dan menemukan 5 orang warga puncak kedapatan membawa Senjata Tajam (Sajam).

Menurut Kapolres Mimika, AKBP.Agung Marlianto,S.IK, bahwa sejak Rabu lalu, sebanyak 11 orang warga Puncak yang tiba di Timika dengan menggunakan pesawat penerbangan perintis, dan saat diamankan terdapat 5 orang membawa senjata tajam dan dari pemeriksaan itu salah satunya adalah oknum Pejabat ASN.

” 5 orang yang sementara masih menjalani pemeriksaan di Polres Timika, salah satunya adalah oknum pejabat dan sementara ini masih menjalani pemeriksaan di Polres Mimika, “Ungkap Kapolres AKBP Agung Marlianto, Pada Senin (17/06).

Lanjut Kapolres, untuk 6 orang warga lainnya, pihaknya telah berkordinasi dan telah di memulangkan mereka ke Pegunungan Puncak dengan menggunakan pesawat.

” Warga lainnya sudah kami pulangkan ke Puncak dengan cara membelikan tiket kepada mereka dan memulangkan mereka. Hal ini kami lakukan agar persoalan di Puncak tidak harus di bawah ke kabupaten Mimika, “Jelas Kapolres.

Razia yang dilakukan aparat Kepolisian Polres Mimika pada rabu lalu, dikarenakan adanya informasi bawah bentrokan politik yang terjadi di Puncak, rencananya akan di alihkan ke Timika.

Dengan informasi tersebut Polres Mimika, kemudian melakukan razia pada Rabu lalu di tiga titik di kota timika termasuk di bandara penerbangan perintis.Dari hasil itu aparat mengamankan 11 orang warga puncak.

Selain 11 orang warga Puncak,Rumah perang yang telah di bangun di Distrik Kwamki Narama Kabupaten Mimika juga di bongkar aparat serta ratusan busur dan anak panah yang hendak di siapkan untuk mengalihkan bentrokan puncak ke timika pun di sita aparat kepolisian yang di pimpin langsung Kapolres pada rabu lalu.

Menurut Kapolres yang ditemui senin siang itu,tindak yang dilakukan polres mimika pada rabu lalu,agar kota timika tetap kondusif dan juga Distrik Kwamki Narama yang dianggap sebagai daerah rawan karena kerap kali terjadi konflik harus dapat di hilangkan.

“Bagaimanapun juga Distrik kwamki narama adalah milik kabupaten mimika,dan juga warga lain di luar timika yang selalu menganggap kwamki narama adalah daerah konflik akan kami hilangkan,ya salah salah satunya dengan mencegah tidak ada bentokan di distrik kwamki narama dan permasalahan dari daerah manapun tidak harus di bawa ke kwamki naram.

Dan jika ada oknum yang hendak mengacaukan daerah Timika, kami akan tindak tegas, “Tambah Kapolres Agung Marlinato.

Sedangkan terkait 5 orang warga puncak dan salah satunya adalah Oknum Pejabat yang kedapatan membawa sajam,sementara ini masih menjalani pemeriksaan di polres mimika terkait dengan senjata tajam yang dibawa oleh kelima orang warga termasuk Onum Pejabat Puncak tersebut. (IB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *