Tolak Rasisme Surabaya, Malang dan Bandung, Masyarakat Asli Papua Gelar Aksi di Kaimana

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Sebagai bentuk kepedulian dan membela harga diri dan martabat masyarakat Papua, pasca rasisme yang diduga dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang ada di Malang, Bandung dan Surabaya, maka masyarakat asli Papua yang ada di Kaimana juga melakukan aksi protes.

Aksi protes ini dipusatkan di perempatan taman kota, didahului dengan orasi, kemudian dilanjutkan lagi dengan longmarch melalui beberapa ruas jalan yang ada di kota Kaimana. Aksi ini akhirnya di bubarkan sekitar pukul 12:30 WIT.

Ketua Suku Oburauw, Agus Tumanat, ketika dikonfirmasi usai ikut dalam aksi ini menegaskan bahwa rasisme yang dilakukan oleh sebagian warga, baik yang terjadi di Malang, Surabaya dan Bandung ini merupakan hal yang harus dihindari dan tidak tepat.

Menurutnya, perkataan yang dilontarkan pada saat kejadian di Surabaya, Malang dan Bandung tersebut merupakan hal yang tidak terpuji dan bukti bahwa masyarakat Papua dan Papua Barat, bukan saudara-saudara mereka dalam satu bingkai Indonesia.

“Mereka sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh, itu menunjukkan bahwa kami bukanlah bagian dari mereka. Kami Papua dan Papua Barat bukan bagian dari Indonesia, karena kata-kata kasar seperti itu sampai keluar dari mulut mereka. Kalau mereka merasa bahwa kami adalah bagian dari mereka, maka tidak mungkin mereka mengeluarkan kata-kata seperti itu, yang menjatuhkan harkat dan martabat orang Papua secara keseluruhan. Sehingga benar bahwa kami adalah bukan orang Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Kaimana, AKBP. Robertus A. Pandiangan, SIK,MH, ketika dikonfirmasi usai aksi, menegaskan bahwa aparat kepolisian ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.

“Intinya kami disini sebagai aparat kepolisian, ikut menjaga kemanan dan ketertiban dan ikut mengawal mereka, pada saat mereka mau menyampaikan aspirasi. Itu yang kami amankan. Dan kami juga sudah berbicara dengan ketua-ketua adat dari senior-senior, nanti kami akan ketemu dan berkoordinasi,” ungkapnya.

Selain itu rencananya, besok (20/8) akan dilaksanakan kembali aksi penyampaian aspirasi oleh kelompok masyarakat asli Papua ini di Kaimana. “Untuk kegiatan besok, silahkan melaksanakan kegiatannya dengan aman dan kondusif. Kalau di Surabaya itu saya tidak tahu situasi dan kondisinya. Tetapi para intinya kami disini mengamankan daripada apa yang menjadi aspirasi dari mereka. Kami hanya mengamankan yang penting situasinya kondusif,” ujarnya.

Ketika disinggung langkah antisipatif apa yang harus dilakukan polres Kaimana terkait semakin memanasnya situasi kemanan di beberapa kota lainnya di wilayah Papua dan Papua Barat, khususnya di kota Manokwari yang kian mencekam, lanjut Kapolres Pandiangan, koordinasi yang harus dikedepankan untuk menjaga agar situasi kondisi tetap kondusif.

“Antisipasinya kita akan berkoordinasi dengan mereka. Kita sama-sama menjaga kemananan dan ini bumi tanah Papua Kaimana, tanah Kaimana Papua Barat. Dan kita sama-sama menjaga agar situasi tetap aman dan kondusif. Oleh karena itu, petugas kami tetap akan melaksanakan tugasnya seperti biasa, melaksanakan patrol. Pada intinya, anggota juga yang akan saya ikutkan dalam aksi besok, sehingga aksi yang mereka laksanakan besok, dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Dari pantuan wartawan, walaupun kegiatan karnaval sempat diwarnai dengan aksi demo, namun kegiatan ini tetap berjalan. Sampai pukul 13:33 WIT persiapan-persiapan terus dilakukan oleh para peserta karnaval dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-74 di kota Kaimana. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *