Tanjakan Dela Diupayakan Alokasi Tambahan Penanganan Tahun 2019

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com,- Sesuai pemberitaan media ini, edisi (22/6) tentang Tanjakan gunung Dela kabupaten Tambrauw yang menjulang tinggi, dinilai sebagai penyebab Bus Damri sebagai kendaraan angkutan umum kepada masyarakat di stop.

Kepala Perum Damri Sorong, Muhamad Isak Renyaan, membenarkan pelayanan angkutan umum Bus Damri yang melayani Rute Sorong-Sausapor telah distop. Hal tersebut, disebabkan karena faktor medan jalan yang membahayakan para penumpang atau masyarakat.

Dan ketahui juga bahwa pada Februari 2019 lalu, tanjakan gunung Dela ini telah memakan korban. Sesuai pemberitaan waktu itu Kapolsek Morait Iptu.Putiho saat dihubungi Awak Media melalui Telpon Seluler, membenarkan kejadian tersebut. Pada hari Selasa (5/2/2019) dua Truk bermuatan Aspal Curah melintas dari Klalin Aimas Kabupaten Sorong menuju Distrik Morait. Kebetulan di Ruas Jalan Nasional Tanjakan Gunung Dela pada malam harinya diguyur hujan. Sehingga kedua Truk tersebut bermalam diatas Puncak Dela.

Salah satu Truk meluncur turun duluan sekitar pukul 11: 00 WIT siang. Truk yang meluncur turun tergelincir hilang kendali sehingga terbalik ke jurang. Akibatnya, Cop Driver meninggal ditempat atas nama Ahmad. Sedangkan Driver atas nama Suprayoko terjepit dalam Truk bermuatan Aspal Curah, Selasa (05/02/2019).

Terkait dengan pemberitaan tersebut, media ini mencoba untuk konfirmasi pihak terkait yakni, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XVII Papua Barat yang mengerjakan ruas jalan tersebut, yakni, Kepala Satker PJN Wilayah 02 Sorong, Sonny Kudubun dan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) 01, Handayani, yang mempunyai tugas menangani ruas jalan nasional tersebut, akan tetapi tidak merespon.

Kemudian Honaipapua.com mencoba untuk mengkonfiasi langsung kepada Kepala BPJN Wilayah XVII Papua Barat, Ir.Satrio Sugeng Prayitno, MM melalui pesan whatsapp dan hasilnya direspon dengan baik.

” Pada pukul 19.15.WIT kepala BPJN Ir. Satrio membalas pesan whatsapp dengan singkat ” Ok pak, saya koord dulu, tks. Kemudian pada pukul.2015.WIT, Kepala Balai kembali lagi membalas pesan Whatsapp dengan mengklarifikasi bahwa Ruas tersebut sedang kami upayakan mendapatkan tambahan untuk Alokasi penanganan tahun ini, sementara ruas tersebut sudah terprogram pada tahun anggaran 2020, demikian.tks.

Dari pantauan media ini dihalaman kantor Perum Damri Sorong, Selasa (26/6), terlihat dengan jelas belasan Bus Damri yang tidak beroperasi melayani masyarakat, terparkir rapih didalam garasi. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *