Ratusan Masyarakat Adat Kaimana Kembali Sampaikan Aspirasi

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Sebagai bentuk solidaritas dan rasa keprihatinan kepada mahasiswa Papua yang mendapatkan perlakukan kasar beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab di Surabaya, Malang dan Makassar, maka ratusan masyarakat adat Kaimana kembali turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya.

Awalnya masyarakat ini terkonsentrasi di Taman Kota Kaimana, lalu melakukan longmarch menuju ke pasar baru Kaimana. Namun dalam perjalanan karena massa juga mau bertemu Forkopimda Kabupaten untuk menyampaikan aspirasinya, maka massa berkumpul di gedung pertemuan Krooy untuk menyampaikan aspirasinya.

Ratusan masyarakat adat Kaimana ini mengutuk dengan keras atas apa yang dialami oleh adik-adik dan saudara-saduara mereka yang ada di Surabaya, Malang dan Makassar beberapa waktu yang lalu. Salah satu coordinator aksi kemudian menyerahkan aspirasi yang sudah dibacakan tersebut kepada Bupati Kaimana, Wakil Bupati Kaimana, Ketua DPRD Kaimana, Kapolres Kaimana, yan sebelumnya dibacakan terlebih dahulu oleh koordiantor aksi demo.

Bupati Kaimana, Drs.Matias Mairuma ketika menanggapi aksi yang dilakukan oleh masyarakat adat Kaimana ini memberikan apresiasi kepada aksi yang dilakukan ini, karena sebagai bentuk solidaritas sesama anak bangsa.

“Saya sebagai Bupati Kaimana akan memberikan stamen satu dua hal, untuk menanggapi pernyataan sikap dan gerakan yang dibuat pada hari ini. pertama, dengan kondisi yang terjadi di Surabaya, Malang dan Makassar, kalau saudara-saudara hanya tidur saja, maka saudara bukan orang Papua. Ini solidaritas sesame anak bangsa dan wajib dilakukan. Kalau saudara-saudara tidak melakukan ini , maka saya pertanyakan identitas saudara-saduara,” ungkapnya.

Bupati dalam statmennya juga menegaskan bahwa aksi yang dilakukan oleh masyarakat adat Kaimana ini, haruslah mengacu kepada pokok persoalan yang terjadi di Surabaya, Malang dan Makassar.

“Kita harus ke pokok soalnya. Kalau kita bicara soal pepera dan lain sebagainya itu, ini perjuangan yang konteksnya beda. Kita harus lihat fakta yang terjadi di Surabaya. Kami sudah terima aspirasi. Hari ini, diseluruh tanah Papua dan sejak kemarin, ini reaksi muncul karena ada persoalan yang terjadi di Surabaya, Malang dan Makassar. Kami terima aspirasi ini, dan kami mendukung aspirasi ini dalam konteks permsalahan yang ada di Surabaya, Malang dan Makassar ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kaimana, Frans Amerbay, SE juga mengutuk dengan keras apa yang sudah dilakukan oknum kepada mahasiswa Papua yang ada di Surabaya, Malang dan Makassar ini.

“Saya menerima aspirasi yang disampaikan ini. Pertama yang mau saya katakan itu bahwa, monyet itu tidak ada di Papua. Monyet itu tidak ada di Papua. Yang ada di Papua itu, Cenderawasih. Jadi kita yang dilahirkan di tanah Papua ini adalah ciptaan Tuhan yang mulia,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa sebagai anak asli Kaimana (Papua) dan seluruh masyarakat pasti tidak akan terima atas apa yang terjadi di Surabaya, Malang dan Makassar. “Kita harus mengutuk dengan keras atas apa yang sudah dilakukan oleh oknum kepada adik-adik kita, yang menyakiti hati kita sebagai sesama saudara, menyobek-nyobek harkat dan martabat kita sebagai orang Papua,” ungkapnya.

Kapolres Kaimana, AKBP. Robertus A. Pandiangan, SIK.MH menegaskan bahwa saat ini kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadap oknum-oknum yang melakukan profokasi lewat media sosial sehingga persoalan Surabaya dan Malang bisa terjadi.

“Berkaitan dengan hal itu, kepolisian sudah mengidentifikasi adanya profokasi di media sosial. Ini sedang dalam proses penyelidikan, dan nanti hasil penyelidikan itu akan disampaikan secara terbuka. Jadi nanti, kita sama-sama akan mendengar, siapa yang melakukan profokasi itu, akan diproses secara hukum. Silahkan menunggu hasil penyelidikan yang sedang dilakukan oleh kepolisian,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *