Penyelesaian Tapal Batas Kaimana/Fakfak Menunggu Mediasi Provinsi

Papua Barat
Bagikan berita ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares

KAIMANA, Honaipapua.com,-Penyelesaian tapal batas antara Kabupaten Kaimana dengan Kabupaten Fakfak kini sudah selesai masa waktunya, seperti yang ditetapkan oleh kementerian dalam negeri yaitu akhir Juli 2018 yang lalu.

Olehnya penyelesaian tapal batas kedua kabupaten ini akan menunggu mediasi dari biro pemerintahan Provinsi Papua Barat.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Kabupaten Kaimana, Anthony Way ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (9/8) kemarin.

Menurutnya, penyelesaian tinggal menunggu keputusan dari pusat.
Sejak akhir Juli kemarin memang waktunya sudah selesai.

” Tapi kan tidak ada kata kesepakatan pada pertemuan terakhir antara kami dengan pemerintah Kabupaten Fakfak di Manokwari beberapa waktu yang lalu. Sehingga sampai saat ini tidak ada titik terangnya. Kami sudah koordinasikan dengan biro pemerintahan provinsi, supaya kalau bisa difasilitasi sehingga persoalan tapal batas Kaimana Fakfak ini segera diselesaikan, “ungkapnya.

Sementara itu, masyarakat Buruway khususnya Nusaulan tidak setuju jika batas Kabupaten Fakfak sampai ke tanjung Van Den Bos. Beberapa waktu lalu kami sempat ke Nusaulan, dan masyarakat disana tidak setuju jika batas Fakfak sampai ke Van Den Bos.

Menurut mereka kampung tua mereka justru masih jauh ke arah Barat. ” Ini yang disampaikan oleh masyarakat disana, sehingga ini kami juga akan sampaikan kepada kepala daerah, “tuturnya.

Kaitan dengan mediasi, lanjut Anthony, sudah ada rencana bahwa kedua kepala daerah akan bertemu untuk membicarakan hal ini.

Dari informasi yang kami dapatkan bahwa nanti kemungkinan besar dua kepala daerah ini akan bertemu dan difasilitasi provinsi.

” Harapan kami, setelah kedua kepala daerah ini bertemu dan persoalan tapal batas ini bisa diselesaikan, “tuturnya.

Selain itu, menurut Anthony, klaim dari Kabupaten Fakfak soal batas, sangat tidak beralasan.

” Kami mau mengaskan kembali bahwa kalau soal ulayat masyarakat Buruway ini sampai di Karas. Sehingga klaim dari Fakfak ini tidak masuk akal. Jangan kira Kaimana ini karena dimekarkan dari Fakfak sehingga seenaknya saja menentukan batas-batas. Kami tetap tidak setuju dengan batas yang diklaim oleh Fakfak, “ujarnya.

Sementara itu, Dominggus Ruwe salah satu anggota DPRD Kaimana berharap agar persoalan tapal batas antara Kaimana dengan Fakfak ini segera diselesaikan.

Dulu kan pernah terjadi kejadian di Nusaulan dan kami berharap itu yang terkahir. Mari semua pihak baik dari Kaimana maupun Fakfak bisa duduk bicarakan ini secara kekeluargaan.

“Karena Fakfak dengan Kaimana ini masih saudara, sehingga penentuan batas wilayah ini juga harus diselesaikan secara baik, “ungkapnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *