Pembangunan Tambrauw Sudah Memenuhi Persetujuan Pemerintah Pusat

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tambrauw,Honaipapua.com,- Terkait dengan pemberitaan Media ini, edisi tanggal 8 Juli tentang Mendagri, Kemenkeu, Bappenas dan pihak terkait, diminta Evaluasi pembangunan infrastruktur dasar di ibukota kabupaten Tambrauw, selama 7 tahun tidak serius, ditanggapi oleh Bupati Kabupaten Tambrauw Gabriel Asem.SE.MS.I.

” Saudara Vincen Kocu punya kapasitas apa, sehingga mau lapor ke Kemendagri, Kemenkeu dan Bappenas, terkait ibu kota Kabupaten Tambrauw di Fef. Vincen sendiri belum pernah pergi ke Fef, lalu dasar apa, dia bicara seperti itu, dia tidak tau perkembangan Fef sampai hari ini, “terang Bupati Tambrauw Gabriel Asem saat dikonfirmasi Honaipapua.com via pesan whatsapp, Kamis (10/7).

Menurut Bupati, Kita bicara pembangunan sebuah Kabupaten yang baru, dalam arti yang luas, ibarat membalikan telapak tangan semua beres. Pemda Tambrauw punya strategi sendiri untuk memacu pembangunan disana.

” Semua alasan sudah disampaikan ke Kemendgri melalui evaluasi LPPD ( Laporan Penyelenggaran Pemerintahan Daerah) tiap tahun dan LKPD ( Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) ke Kemendagri dan Kemenkeu, ” bebernya.

Dikatakan Gabriel, yang pindah kerja di Fef adalah Aparatur Sipil Negara yang butuh kenyamanan dalam bekerja, terkait Fasilitas yang digunakan terutama sarana transpotasi, perumahan untuk ASN dan lainnya, yang membutuhkan biaya yang cukup besar, apalagi kondisi jalan Mega – Fef, sepanjang 72 Km, dalam tahapan peningkatan, yaitu, Aspal dan Rigit (cor beton) yang sementara dikerjakan dan akhir tahun ini diharapkan sudah selesai semua. Sebagai Bupati tidak mau kalau pegawai melakukan perjalanan ke Fef, lalu mendapat kecelakaan ditengah jalan karena kondisi jalan belum baik. Kita berkantor di Sausapor bukan berarti Fef kita lupakan, pada jam inipun Kantor Bupati dan Kantor BPKAD, rumah pejabat Eselon 2, 3 dan rumah Susun bagi PNS, sudah terbangun, juga Rumah Sakit Umum Tipe D pun sudah selesai dibangun. Tahun ini gedung DPRD, Kantor Dinas PU dan Kantor Bappeda sementara dibangun dan target akhir tahun selesai.

” Jadi kalau bicara di media, harus berkaca diri, kapasitasnya apa ? warga masyarakat dari mana? Orang asli Tambrauw sendiri tidak ada yang komentar banyak, karena mereka ketahui kondisi riil di Tambrauw. Bukan orang lain datang bicara tentang Tambrauw, “tutur Bupati.

Bupati menambahkan, Tambrauw merupakan salah satu Kabupaten terluas nomor 3 di Provinsi Papua Batat, Strategi membangun Tambrauw pun beda dengan Kabupaten lain di Papua Barat, yaitu, Pemda Tambrauw menetapkan 4 Sentra pertumbuhan, yang pertama, Sausapor sebagai kota Pelabuhan dan menjadi pusat pengembangan Pariwisata daerah, kedua, Fef sebagai kota Pemerintahan, ketiga, Kebar sebagai pusat pengembangan Pertanian dan Peternakan, dan keempat, Abun (Waibem) sebagai kota pelabuhan, Distribusi hasil Pertanian dan Peternakan, dan Bappenas sudah menyetujuinya. Mengapa demikian supaya mengurangi Disparitas antar wilayah dengan harapan 4 sentra pertumbuhan tadi mempengarui daerah sekitar, untuk tumbuh bersama dalam jangka panjang, tricle down effect, boleh terasa di semua daerah yang menjadi pusat pertumbuhan, bukan di Ibukota Fef saja.

” Jangan samakan Tambrauw dengan kabupaten yang sudah tua di Provinsi Papua Barat karena secara efektif melaksanakan pembangunan baru 7 tahun sejak Bupati Definitif dilantik dan mulai melaksanakan tugas di Sausapor, dimana sebelumnya masih berkantor di Sorong, walaupun usia pemekaran sudah mencapai 10 tahun 7 bulan, “tambah Bupati lagi. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *