Menkopolhukam : Papua dan Papua Barat adalah Anak Emas Pemerintah Pusat

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Sorong,Honaipapua.com, -Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Jenderal Purn.TNI Wiranto, didampingi Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, S.I.P. Kapolri Jenderal Polisi Prof.Drs.H.Muhammad Tito Karnavian,M.A.Ph.D, bersama rombongan, Gubernur Provinsi Papua Barat Drs.Dominggus Mandacan, mantan Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw yang saat ini sebagai perwira tinggi Lemdiklat Polri, Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, Walikota Sorong Lambert Jitmau, Bupati Kabupaten Sorong Dr. Johny Kamuru.SH.MSi, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A., Dandim 1802 Letkol.Inf.Budiman, Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Akhmad Muhdor, ketua DPRD Kota Sorong Petronella Kambuaya, Kapolres Sorong dan Kapolres Sorong Kota serta para tokoh lintas Agama, kepala Suku, tokoh masyarakat dan adat bertatap muka di Swiss Bell Sorong, Kamis (22/8) siang.

” Saya datang di Sorong beberapa Jam ini sudah lapor Presiden dengan tujuan untuk menyalami saudara saya yang ada di Sorong dan Papua dan Papua Barat, sehingga saya sampaikan terkait kejadian yang terjadi di Malang dan Surabaya itu pelakunya oknum, bukan pemerintah pusat. Dan kedepan para pelaku insiden Surabaya dan Malang akan dilakukan penyelidikan oleh pihak Kepolisian dan pihak lainnya untuk ditindak tegas atau diproses hukum sesuai aturan hukum yang berlaku, “tukas Wiranto.

Menurut Wiranto, Pemerintah pusat di Era Pak Presiden Jokowi menganggap Papua dan Papua Barat adalah anak emas. Dana begitu besar digelontorkan kurang lebih 100 Trilliun, untuk digunakan untuk pembangunan disegala bidang. Untuk itu, masyarakat jangan mendengar suara sumbang yang sengaja mau bikin kacau pemerintah pusat dan daerah, “terang Wiranto kepada awak Media.

Kata Wiranto, Indonesia mau maju itu, kita harus damai. Saya dengar pasar, kantor dan fasilitas umum yang lainnya telah dibakar, pada hal tanpa sadar bangunan tersebut itu dibangun dengan uang rakyat, kalau sudah dirusak yang rugi masyarakat sendiri. Dengan terjadi kejadian ini, kita lebih banyak belajar, bersabar dan merajuk kembali tali perasudaraan, yang selama ini dibangun dengan baik seperti sanak saudara kandung, jangan karena emosi cuman seaat, bangunan sudah hancur, mau diperbaiki lagi butuh waktu yang lama, untuk itu, kedepan pemerintah akan terus mengembangkan SDM, dan pada 2030 Indonesia akan menjadi 5 besar Negara termaju di Dunia. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *