HUT Polwan, Srikandi Polres Sorong Bahas Peran Polwan di RRI Sorong

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, -Dalam rangka memperingati HUT Polwan ke-71 yang setiap Tahunnya di peringati tanggal 01 September, Polwan Polres Sorong atau biasa disapa Srikandi itu melakukan kegiatan dialog Interaktif di Radio RRI Kota Sorong.

Dalam dialog ini mengangkat tema “Peran Polwan dalam penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak”. Jumat (23/08/2019) pukul.08.00.Wit.

Mengawali dialog ini, Ipda.Liska Oktavima Rudianto, STr. K yang sehari-harinya menjabat sebagai Kanit Iidik II Tipiter Sat Reskrim Polres Sorong, menjelaskan tentang pengertian dari kekerasan, ia menjelaskan kekerasan adalah setiap perbuatan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara Pisik, Psikis, Sexsual dan atau Pelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan ataupun pemaksaan. Kemudian berkaitan tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Lanjut Brida.Anggraeni Ika Larasti Usuman ( Banit Unit Idik IV PPA Sat Reskrim) menjelasakan, tentang faktor penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan diantaranya faktor ekonomi, media sosial, pernikahan usia dini, linkungan serta laki-laki dan perempuan tidak diposisikan setara dalam masyarakat.

Dan perempuan dan anak cenderung mengalami kekerasan disebabkan kurangnya kesadaran kaum perempuan akan hak dan kewajibannya, dan juga kurangnya kesadaran masyarakat betapa pentingnya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Untuk Peran Polwan ini sendiri dalam kekerasan terhadap perempuan dan anak, kemudian Bripda Anggraeni mengatakan, peran Polwan sangat dibutuhkan dalam kasus ini, karena Polwanlah yang lebih mengetahui dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Brigpol.Jebelina Deda Banit Unit Idik IV PPA Sat Reskrim juga menambahkan, terkait dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Polwan dibekali dengan pelatihan-pelatihan, dikjur, bahkan Dikbang sesuai bidangnya, agar lebih professional dalam penanganan kasus.

“Jika penyidiknya seorang laki-laki, korban tidak akan lebih leluasa menyampaikan apa yang ia rasakan, namun jika penyidiknya adalah seorang Polwan, maka korban akan lebih leluasa menyampaikan apa yang dialaminya,” Ujarnya.

Dan untuk mencegah hal ini agar tidak terjadi, Kanit Idik II Tipiter Sat Reskrim Ipda Liska, memberikan solusi terkait dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Solusinya, ialah, meningkatkan kesadaran kaum perempuan, akan hak dan kewajibannya dalam hukum, meningkatkan kesadaran masyarakat, betapa pentingnya usaha untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik dalam konteks individual, sosial maupun institusional, serta melakukan kampanye tentang anti kekerasan terhadap perempuan dan anak secara terpadu.

Tak lupa dikesempatan tersebut juga, Ipda.Liska mensosialisasikan tentang rekrutmen Polri bagi Putri-Putri Papua bahwa dalam rekrutmen Polri sekarang ini menggunakan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), untuk itu, dihimbau kepada muda-mudi generasi penerus bangsa untuk dapat ikut dalam rekrutmen Polri tahun anggaran 2019, “ucapnya diakhir Interaktif. (Amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *