DP3A Maybrat Sosialisai dan Pembentukan P2TP2A

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kumurkek,Honaipapua.com, -Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Maybrat gelar sosialisasi dan pembentukan P2TP2A di aula pertemuan DP3A Vaitmayaf Rabu, (11/9).

Acara yang dibuka bupati kabupaten Maybrat Drs. Bernard Sagrim, MM yang dihadiri wakil bupati Maybrat, ketua penasehat GOW Maybrat sekaligus kepala dinas Inspektorat Kabupaten Maybrat, Dr.Nety Naomy Howay, SKM, M.Kes, kepala dinas P3A beserta kepala bidang, seksi dan staf serta peserta.

Bupati dalam arahan mengatakan sosialisasi yang digelar saat ini supaya menghindari kekerasan atau hal-hal yang terjadi di dalam keluarga.

“Jadi, kekerasan dalam keluarga dapat memberikan dampak negatif dan buas terhadap korban tetapi juga terpengaruh kepada prosea tumbuh kembang anak dalam kehidupan keluarga. Sebab sering kali terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak sering kali terjadi dilingkungan domestik rumah tangga yang terjadi dilingkungan publik atau dikomunitas baik kekerasan fisik, psikis, seksual dan pelantaran,”ujarnya.

Menurut Bupati, kekerasan bulan hanya datang dari orang luar tetapi juga berasal dari lingkungan terdekat kita.

“Saya kita ini terjadi di kabupaten Maybrat, kekerasan karena suami mabuk, istri juga ikut mabuk sehingga membuat bencana dalam keluarga dan anak yang jadi korbannya,”tegasnya.

Lanjut Bupati, suami bikin kawin tambah anak yang ditelantarkan, suami urus istri kosong dua telantarkan istri dan anak-anak. “Model-model itu yang ada di orang Papua, di atas tanah ini. Mari kita renungkan secara baik, tadi disebut kekerasan bukan hanya fisik tetapi non fisik (psikis) bukan anak dapat pukul tetapi suami tidak ada perhatian, tidak diberi nafkah dan lainnya,”tandasnya.

Bupati berharap dengan materi yang disampaikan agar perlu ada interaksi soal lokal konten kita di Maybrat terkait kearifan lokal, adat dan budaya kita seperti apa yang berdampak langsung kepada kekerasan dalam rumah tangga.

“Kenapa sosialisasi, karena apa yang kita lakukan kita belum tahu dan kita menganggap biasa-biasa sebenarnya itu hal yang luar biasa yang berdampak kepada pidana maupun resiko dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Selain itu, kepala dinas P3A kabupaten Maybrat, Yuliana Isir mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan perlindungan dan penanganan pemenuhan hak korban untuk memberikan layanan rehabilitasi kesehatan, sosial, pemulangan dan bantuan hukum yang diselenggarakan oleh pemerintah.

“Sosialisasi yang dilakukan guna memberi pemahaman bagi shalkolder yang ada agar lebih memahami peran dan fungsinya. Sehingga nantinya dilakukan pengembangan dan pembentukan pusat pelayanan terpadu bagi masyarakat di kabupaten Maybrat.

Sehingga kegiatan ini dihadiri 50 peserta dan pemateri dari dinas P3A provinsi Papua Barat dan ketua penasehat GOW kabupaten Maybrat,”tandasnya. (Ones)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *