Ditkrimum Polda Papua Barat Dalam Waktu Dekat Gelar Perkara Kasus Pencurian Alat Berat

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, – CV. Klalin Furniture Indah yang berada di Klalin Aimas kabupaten Sorong, dituding tidak mengindahkan pemanggilan penyidik Kepolisian untuk menyelesaikan masalah laporan pencurian alat berat Kran Hitachi 180, hasil lelang Illegal Loging tahun 2004 di Kabupaten Bintuni.

Rasman Siregar yang mendapat kuasa untuk mengurus Alat Berat hasil Lelang OHL Illegal Loging kepada Honaipapua.com, Kamis (15/8) di Kota Sorong, menceriterakan kronologis singkatnya menyampaikan bahwa awalnya itu, pemenang Lelang OHL tahun 2004, hasil Illegal Loging dimenangkan oleh Suhandi pada 27 September 2004, kemudian pada 29 Oktober 2004 paket Lelang dijual Suhandi kepada Haji Azhar Nurdin. Ernawati Tahang memberi surat kuasa kepada Hong Andri Yunus Tato (Apen) untuk mengurus atau mengambil alat-alat berat yang berada di kabupaten Bintuni ke Jakarta pada Oktober 2010. Dan pada 5 Februari 2009 akta jual beli nomor.7 dibuat Notaris Zainudin.SH 1 paket alat-alat-alat berat tersebut dijual Haji Azhar Nurdin kepada Ernawati Tahang.

Lanjutnya, pada April 2011 Rasman Siregar membayar hak ulayat kepada Bernadus Simberi sebagai pemilik Hak Ulayat sebesar Rp.50 juta sambil memperbaiki alat Kren KH 180 untuk siap diangkut oleh Kapal LCT namun tidak dapat diangkut karena kapasitas Kren besar. Pada 03 Oktober 2011 Andri Yunus Tato (Apen) memberikan surat perintah kerja Rasman Siregar mengurus alat-alat berat. Pada Desember 2011, Rasman Siregar mendapat laporan dari Bintuni bahwa Kran dicuri dari Bintuni oleh DP CS dengan menggunakan LCT Tanjung Sele, kemudian Rasman laporkan kepada Andri Yunus Tato dan perintahnya kepada Rasman agar mencari tahu kemana Kran dibawa dan langsung disuruh membuat Laporan Polisi. Dan setelah dicek, dan mendapat informasi Kren tersebut dibawah ke Kabupaten Sorong (Klalin) dan pada 04 Januari 2012 dibuatkan Laporan Polisi di Polres Sorong.

” Setelah saya dipanggil oleh Kapolres Sorong, diberitahukan kalau laporan yang diberikan itu Locus De Licti di Bintuni sehingga berkasnya dilimpahkan ke Polres Bintuni. Dan setelah berkas kasus tersebut diserahkan kepada Polres Bintuni dan para saksi sudah diperiksa dan saya datang beberapa kali ke Polres Bintuni menanyakan perkembangan kasus tersebut sampai pada April 2012 sampai 26 April 2017 tidak ada kejelasan, dimana sebelumnya pada 24 Januari 2017 Polda Papua Barat mengirim 2 personil ke Sorong dengan tujuan bertemu dengan pihak perusahaan CV.Klalin Furniture Indah dan hasil pertemuan tersebut, dari pihak perusahaan menyampaikan ingin menyelesaikan secara kekeluargaan, dengan meminta waktu 1 minggu, menunggu pemilik perusahaan datang ke Sorong. 24 Januari-11 Februari 2017 penyidik menunggu pemilik perusahaan tidak kunjung datang ke Sorong, sehingga sampai saat ini belum ada proses penyelesaiannya, “ungkapnya.

Asops Kapolri yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Papua Barat, Irjen. Pol. Martuani Sormin saat dikonfirmasi via pesan whatsapp kepada Honaipapua.com bahwa dirinya sedang latihan Gladi Gresik persiapan Upacara HUT RI, silahkan konfirmasi ke Kapolda Papua Barat yang sekarang menjabat, sebab dirinya sudah tidak di Papua Barat lagi.

Sementara Dirkrimum Polda Papua Barat Komisaris Besar Polisi Robeth Da Costa ketika dihubungi Honaipapua.com via telepon selulernya, Kamis (15/8) menyampaikan bahwa, dalam waktu dekat ini pihaknya segera melakukan gelar perkara atas kasus tersebut. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *