Ketua DPRD PB Jangan ‘Asbun’ Tentang Rumah Dinas DPR Papua Barat

Teras Honai
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI,Honaipapua.com, -Menanggapi persoalan rumah dinas ketua DPR Papua Barat yang tidak ditempati selama dua priode pimpinan DPR Papua periode 2009-2019. Yosep Titirlobi Kuasa Hukum Jimmy D. Idjie angkat bicara.

Menurutnya, rumah dinas Ketua DPR Papua Barat yang terletak di Kampung Arowi 1, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari itu sudah diberikan kepada mantan ketua DPR, Jimmy D. Idjie oleh mantan Gubernur Bram Atururi saat itu.

“Tapi ketua DPR Pieter Kondjol itu asal bunyi (asbun) dalam mengeluarkan stetmen, kenapa demikian, beliau sendiri tidak mengkroscek ke Sekwan bahwa rumah dinas itu sebanarnya permasalahannya seperti apa. Dulu rumah dinas itu diberikan oleh pak Bram Atururi, walaupun masih secara lisan dan sekarang masih dalam proses berkas secara Adminstrasi,”katan Yosep. SH, kepada Honaipapua.com, Jumat (16/7) diruang kerjanya.

Dirinya mengakui, rumah dinas tersebut memang dibeli menggunakan APBD Provinsi Papua Barat, namun perawatan rumah dinas tersebut selama ini di biayai oleh pak Jimmy.

“Selama kurang lebih 15 tahun ini rumah dinas itu dirawat menggunakan biaya pribadi pak jimmy. Pak jimmy adalah pejuang yang memperjuangkan lahirnya provinsi papua barat,”ungkapnya.

Maka saat itu melalui Pemprov Papua Barat dan melalui mantan Gubenur saat itu memberikan rumah dinas tersebut untuk ditempati Jimmy Idjie dan hal itu sudah ditanyakan kepada Sekwan DPRD Papua Barat Saat itu.

“Jaman pak Sugianto dan bendahara Sekwan saat itu adalah ibu Ronsumbre, mereka mengatakan bahwa pak Jimmy boleh tempati dan sementara prosesnya lagi diurus mengingat rumah itu diberikan karena jasa-jasa pa jimmy sebagai pejuang yang memperjuangkan berdirinya Provinsi ini,”ucapnya.

Untuk itu, dia menyarankan kepada ketua DPR Pieter Kondjol agar sebelum menyampaikan sesuatu ke publik harus terlebih dahulu mengkroscek berkas-berkas atau kenapa sampai sekarang rumah itu tidak ditempati dan mengalami kerusakan.

“Nah semua itu masih diperbaiki oleh pak Jimmy, karena pak ketua DPR Pieter Kondjol sendiri bukan anggota DPR yang dipilih dari Afrika selatan sana. Tapi beliau adalah anggota Dprd yang dipilih mewakili masyarakat Sorsel di Papua Barat seharusnya mengkroscek dulu asal usul permasalahan rumah dinas itu seperti apa,”tuturnya.

Kenapa demikian, lanjut dia, pak Jimmy sangat menyayangkan apa yang disampaikan, karena kenapa tahun 2014 lalu disaat beliau jabat ketua DPRD Papua Barat yang tepilih saat itu menjadi ketua DPR tidak mempersoalkan hal tersebut atau tidak melakukan protes, ini ada apa?

“Bukan sekarang yang tinggal dua bulan mau lengser, baru mau berkoar-koar soal tentang rumah dinas. Pak jimmy sendiri tetap akan professional tunduk terhadap mekanisme hukum yang berlaku, silakan rumah dinas mau diambil atau prosesnya seperti apa. Harus ada kejelasan kepada pak Jimmy,”terang Yosep.

Dikemukakannya, meski tanah dan rumah itu dibiayai oleh APBD, tetapi selama kurang lebih 15 tahun rumah dinas tersebut perawatannya dibiaya oleh uang pribadi pak Jimmy D. Idjie yang saat ini sebagai anggota DPR RI perwakilan Papua Barat.

“Pak jimmy sendiri sangat kecewa, seharusnya sesama anak Papua saling mendorong untuk membangun Papua. Bukan sakit Hati karena kemarin terjun bebas dalam gugatan Pileg di MK, dimana gugatan ditolak dan tidak terpilih kembali lagi sebagai anggota Dprd Papua barat ,”aku Yosep Titirlobi.

Oleh sebab itu menurut Yosep, ketua Dprd Papua Barat tidak usalah berkoar-koar, tetapi biarkanlah mekanisme itu berjalan dan pemerintah menjelaskan serta pihak-pihak terkait yang nantinya mengkroscek persoalan rumah dinas yang dibangun menggunakan APBD Provinsi itu seperti apa statusnya.

“Pak jimmy sendiri terbuka silakan pemda mengcroscek untuk menuntaskan masalah ini. Jadi yang pasti bahwa itulah kronologis yang disampaikan pak Jimmy dan kami sendiri tim kuasa hukum melihat apa yang disampaikan ketua DPR Pieter Kondjol asal bunyi alias asbun kuat,”tandasnya. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *