Bupati Bernard Sagrim, ASN Wajib Paham Kearsipan

Teras Honai
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MAYBRAT,Honaipapua.com,- Bupati Kabupaten Maybrat, Drs.Bernard Sagrim.MM secara resmi membuka acara Bimbingan Teknis (BIMTEK) pengelolaan arsip aktif dan arsip inaktif tidak beraturan tahun 2019, Senin (8/7) di Kumurkek.

Bupati Maybrat Drs.Bernard Sagrim.MM, dalam sambutannya, mengatakan, kegiatan Bimtek kearsipan yang dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan daerah, itu sangat penting, karena di Maybrat ini belum tertata dengan baik. Peran penting bagi kerasipan itu sangat penting, bagi OPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat, agar kedepan jangan ada pejabat yang mempunyai arsip diatas mobil, dipasar, ditempat karoke, atau yang tidak sesuai Itu, agar sadar untuk kembali membuat kearsipan yang mempunyai naskah yang benar sesuai, dengan tata aturan naskah dinas yang baik, itu seperti siapa pejabat pembuat komitmen.

” Peserta wajib ikut kegiatan kearsipan, agar pimpinan OPD dilingkungan pemerintah kabupaten Maybrat, dapat memahami apa itu arsip Aktif dan arsip Inaktif. Jadi, arsip aktif itu masa berlaku selama 10 tahun sedangkan lebih dari itu dikatakan arsip Inaktif atau tidak berlaku lagi, “jelas Bupati.

Ditambahkan Bupati Bernard Sagrim, Bimtek Kerasipan ini dilakukan, agar kedepannya, OPD bisa menjalankan itu di Instansi masing -masing, baik itu kepala Kampung, Distrik, dan pimpinan OPD dilingkungan pemerintah Maybrat, ” tutup Bupati Bernard Sagrim.

Ketua panitia pelaksana kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kearsipan, Elimas Nauw menyampaikan, jumlah peserta yang hadir mengikuti kegiatan bimtek kearsipan itu melibatkan 33 OPD dilingkungan pemerintah kabupaten Maybrat, dan juga dari Distrik serta Kampung.

Kegiatan sosialisasi kearsipan dihadiri tiga narasumber dari Badan Kearsipan Nasional dari Jakarta , yang membawa materi tentang pengertian arsip, arsip Aktif dan arsip Inaktif.

” Kepada semua peserta yang mengikuti kegiatan Bimtek, agar dapat mengerti proses persiapan yang baik dan benar, sehingga kembali ke instansi masing-masing dapat menerapkan sistem tersebut, guna membenahi sistem Administrasi Kearsipan di instansi yang saat ini mengalami ketidakstabilan, “imbuh Elimas Nauw. (sire)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *