Per Agustus 2019, Bagian Asset Daerah Tarik 19 Kendaraan Dinas

Manokwari Raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Terhitung per Agustus 2019 ini, sudah ada 19 unit kendaraan dinas yang ditarik oleh Bagian Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kaimana. Pengembalian asset kendaraan dinas ini dilakukan sejak tahun kemarin.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Dareah Kabupaten Kaimana, Suswantoro, S.Sos ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (15/8).

“Terhitung sampai dengan Agustus 2019 ini, sudah sebayak 19 unit kendaraan dinas yang kita tarik kembali. Penarikan ini baik kepada mantan pejabat yang sudah penisun, tetapi juga dari pihak lainnya yang menggunakan kendaraan dinas ini. Ini juga sebagai salah satu bentuk penertiban yang kami lakukan, sehingga asset pemerintah daerah ini bisa dikontrol, baik dalam segi jumlahnya, tetapi juga dari segi pemanfaatannya,” ungkapnya.

Pria yang kerap disapa dengan Anto ini juga mengatakan bahwa penertiban kendaraan dinas ini akan tetap dilakukan. “Kalau untuk saat ini memang kita masih mengedepankan langkah pendekatan secara kekeluargaan. Yang kami lakukan saat ini adalah semacam himbauan baik secara lisan maupun melalui surat kepada pihak-pihak yang menggunakan kendaraan dinas ini, dana tentunya kami mengacu pada regulasi yang ada,” ujarnya.

Anto juga mengatakan bahwa penertiban asset daerah ini tidak hanya untuk kendaraan dinas, tetapi juga untuk rumah dinas atau rumah jabatan. Sehingga untuk penarikan rumah dinas sendiri sampai dengan Agustus 2019 ini, sudah sebanyak 21 rumah dinas yang sudah ditarik kembali oleh bidang asset daerah BPKAD.

“Kalau untuk rumah dinas ini juga ada aturan yang mengatur tentang hal ini. per Agustus ini kita sudah menarik sebanyak 21 unit rumah dinas dari pihak-pihak yang sudah tidak punya hak lagi untuk menggunakan rumah dinas. Ke depannya juga kami akan terus melakukan penertiban. Ini kita akan lakukan secara rutin. Tetapi khusus untuk rumah dinas ini kan pasti kami juga tidak serta merta langsung tarik. Karena mungkin selama tinggal dirumah dinas, pihak-pihak ini mengeluarkan uang pribadinya untuk rumah tersebut. Ini juga pastinya akan kami pertimbangkan juga, tetapi kalau sudah masuk menjadi asset, maka mau tidak mau, suka tidak suka, harus dikembalikan kepada pemerintah daerah Kaimana,” pungkasnya.

Untuk itu, dirinya sangat mengharapkan niat dan inisiatif baik dari pihak-pihak yang menggunakan kendaraan dinas, agar bisa langsung mengembalikan asset ini kepada bagian asset BPKAD Kaimana.

“Kalau kita di Kaimana ini, tingkat kesadaran kita masih cukup tinggi. Beda dengan masyarakat kita yang ada di bagian Utara yang sedikit keras. Sehingga kita di Kaimana ini kita masih mengupayakannya dengan pendekatan yang persuasive dan kekeluargaan,” ujarnya berharap. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *