LMA Kaimana : ‘Semua Wajib Jaga Delapan Rumah Besar Kaimana’

Manokwari Raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Demo penolakan Rasisme di Surabaya dan Malang beberapa waktu lalu, juga dilakukan oleh masyarakat adat Kaimana.

Demo yang terjadi juga di beberapa kota/kabupaten, yang juga diwarnai dengan aksi anarkis pendemo juga memberikan dampak terhadap ketenangan warga di Kabupaten Kaimana.

Ketidaknyamanan ini bertambah ketika ada isu-isu profokoatif yang berkembang di masyarakat Kaimana, bahwa akan ada aksi Anarkis.

Ketidaknyamanan ini paling dirasakan oleh pedagang yang ada di pasar baru Kaimana, tetapi juga berpengaruh terhadap aktifitas masyarakat lainnya.

Oleh karena itu, Dewan adat Kaimana meminta kepada seluruh pihak untuk tidak lagi khawatir dengan kondisi keamanan yang ada di Kaimana, pasalnya pihak kepolisian dan TNI sudah menjanjikan bahwa Kaimana aman untuk aktifitas seluruh masyarakat Kaimana.

“Sampai dengan saat ini kepolisian dan juga TNI sudah berupaya keras agar Kaiman ini tetap aman seperti sekarang ini. Sudah tidak ada aksi demo lanjutan, dan ini yang kita harapkan. Mungkin satu dua hari kemarin kita sudah melakukan aksi, tapi stop sampai disitu. Kita sudah menyampaikan aspirasi kita kepada gubernur dan nantinya akan diteruskan kepada presiden,” ungkap Ketua Dewan Adat Kaimana, Yohan Werfete di Grand Papua Hotel (27/8) kemarin.

Johan juga meminta kepada seluruh suku-suku yang ada di Kaimana, baik itu delapan suku asli yang diibaratkan sebagai delapan rumah besar, maupun suku-suku nusantara untuk tetap menjaga situasi dan kondisi keamanan di Kaimana agar tetap kondusif.

“Kaimana ini punya delapan rumah besar, delapan suku asli Kaimana. Sehingga siapapun yang tinggal di Kaimana ini, wajib menjaga agar delapan rumah besar ini tetap aman. Tidak ada siapapun dan apapun yang bisa merusak delapan rumah besar ini. Sehingga saya selaku lembaga masyarakat adat, berharap agar kita semua yang tinggal di Kaimana ini, tetapi jaga Kaimana supaya tetap aman,” ungkapnya.

Menurutnya, perbedaan itu merupakan anugerah Tuhan yang harus terus di jaga di Kaimana ini.

“Tuhan menciptakan kita dengan berbagai perbedaan. Basudara semua suku nusantara juga kami terima untuk tinggal bersama-sama dengan kami di Kaimana ini. Sehingga sudah menjagi tanggung jawab kita semua untuk menjaga agar Kaimana ini menjadi tanah yang aman dan damai bagi kita semua. Kalau ada informasi yang masuk, tolong dicerna terlebih dahulu baru dibagikan kepada orang lain, “imbuhnya.

Ia menambahkan, berikutnya lagi bahwa jika ada aksi yang mau dilaksanakan oleh masyarakat adat, maka tolong dewan adat juga disampaikan, karena dewan adat mempunyai tanggung jawab besar terhadap keamanan, kenyamanan dan kedamaian masyarakat adat delapan suku asli Kaimana ini. Sehingga mari kita satukan barisan, satukan perbedaan, dan membangun Kaimana ini bersama,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *