Kantor Otban Wilayah IX Dituding Melakukan Penyerobotan Tanah Milik Kantor Air Nav

Manokwari Raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com,- Kantor Otoritas Bandara (Otban) wilayah IX dituding telah melakukan penyerobotan tanah milik kantor cabang pembantu Air Nav Indonesia Manokwari.

Kepala cabang pembantu Air Nav Manokwari, Jefry Leonard Ronsumbre ketika ditemui Honaipapua.com Rabu (24/7) disela-sela kesibukannya, menyampaikan keseselannya, terhadap kantor Otoritas Bandara yang telah membangun tembok pagar diatas tanah atau lahan milik kantor cabang pembantu Air Nav Indonesia Manokwari.

” Seperti yang rekan media lihat didepan kantor kami itu, saat ini sedang dibangun pagar pemisah, diatas tanah kantor kami, yang tadinya lahanya dipakai untuk akses jalan masuk ke garasi tempat parkir kendaraan petugas Air Nav, ” otomatis setelah pagar selesai dikerjakan, saya dan para petugas tidak bisa melewati jalan tersebut, “terang Jefry Ronsumre dengan raut wajah kecewa.

Menurut Jefry yang adalah putra asli Papua yang dipercayakan pemerintah pusat menduduki jabatan perusahaan BUMN ini bahwa awal semula luas tanah tersebut milik kementerian Perhubungan, kemudian pihak Bandara menyerahkan sebidang tanah kepada Air Nav, untuk membangun kantor cabang, seiring waktu berjalan, kantor Otoritas Bandara dibangun disamping kantor Air Nav.

” Saya cukup kaget dan heran, kenapa nama saya dibawa atau dipakai sebagai pemberitahuan kepada masyarakat yang lalu-lalang bertanya kepada pihak Otoritas ketika sedang membangun pagar tembok pemisah ini yang awalnya dibuat Talud, kemudian dikatakan kepada masyarakat sekitar bahwa ini proyeknya pak Jefry, tindakan ini membuat saya dan staf bertanya-tanya, kenapa nama saya dipakai sebagai jawaban disaat masyarakat bertanya ketika melewati jalan tersebut, “bebernya.

Lanjut Jefry, pihak Otoritas awal bangun pagar tidak ada pemberitahuan secara lisan dan tulisan, nanti setelah kami menegur lisan, barulah pihak Otoritas melayangkan surat pemberitahuan kepada Air Nav, bahwa mereka sedang bangun pagar, kemudian surat itu kami balas dengan tegas menolak untuk dibangun pagar, karena tindakan ini sudah menghalangi akses aktivitas petugas Air Nav setiap hari.

” Saya sudah berkoordinasi dengan kepala Bandara Rendani akan hal ini, untuk diketahui bahwa ada proyek pembangunan pagar yang dilakukan oleh Kantor Otoritas Bandara. Sehingga kedepan saya mengambil sikap akan membawa permasalahan ini keranah hukum, untuk diproses secara hukum, “tegas Jefry. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *