Kadishub PB Sebut Pesawat Lama Diharapkan Tak Lagi Beroperasi

Manokwari Raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com,- Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Papua Barat, Agustinus Kadakolo, SE, MM, mengatakan, armada atau pesawat Sriwijaya seri 300 dan 500 yang selama ini beroperasi melayani masyarakat Provinsi Papua Barat sudah tak layak lagi beroperasi, karena sering mengalami gangguan, sehingga pesawat tersebut terlambat terbang (Delay) dari waktu yang seharusnya.

” Seperti kejadian didalam bulan July 2019 ini, sesuai laporan sudah 3 kali Delay, dan yang memakan waktu terlama terjadi beberapa hari yang lalu di bandara Rendani Manokwari, armada pesawat Sriwijaya tersebut batal berangkat tujuan ke Sorong, jadi, saya selaku dinas teknis telah berkoordinasi dengan Pihak Bandara Rendani untuk menanyakan kendala yang dialami oleh Sriwijaya, dan hasilnya kepala bandara sampaikan kepada saya bahwa armada pesawat Sriwijaya jenis atau seri 300 dan 500 tersebut memang sudah lama, jadi sering kali mengalami gangguan teknis, ” ungkap Kadakolo saat dihubungi media ini via telepon selulernya, Minggu (28/7).

Dikatakan Kadishub Kadakolo, bahwa kedepan pihaknya akan bertemu dengan pihak perusahaan di pusat Jakarta untuk membicarakan pembaruan atau pergantian pesawat yang baru. ” Jadi, bukan Perusahaan Sriwijaya disuruh stop beroperasi lagi di provinsi Papua Barat, tetapi Armadanya atau pesawat jenis atau seri 300 dan 500 itu yang sudah lama, diharapkan digantikan dengan yang baru, “jelas Kadakolo.

” Untuk Manager Sriwijaya yang berada di Manokwari, saya akan memberi undangan pertemuan untuk membicarakan pembaruan pesawat Sriwijaya yang baru, yah, kalau bisa pihak perusahaan menggantikan pesawat lama dengan yang baru, sehingga kedepan dapat melayani masyarakat Provinsi Papua Barat tidak mengalami gangguan teknis lagi, “harap Kadishub.

Upaya kedepan kata Kadakolo, dirinya akan bertemu dengan Gubernur untuk membicarakan usulan maskapai yang lain untuk masuk dan beroperasi di Provinsi Papua Barat menambah yang saat ini sudah ada. ” Sebelum berangkat ke Jakarta dalam waktu dekat ini, saya akan berkoordinasi dengan pak Gubernur untuk memberikan surat dukungan atas nama pemerintah daerah provinsi Papua Barat kepada beberapa maskapai lain, yang belum beroperasi melayani masyarakat Provinsi Papua Barat, seperti City Link, Trigana, Air Asia dan beberapa maskapai lainnya, ” bebernya.

Kadakolo menambahkan, saat ini pemerintah daerah provinsi Papua Barat sedang berupaya mengerjakan perpanjangan landasan bandara Rendani, tambahan 300 meter, yakni, pemancangan tiang pancang Box Cluvert, yang diharapkan mulai dikerjakan 2020, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan landasannya, tahun berikutnya sudah selesai, dapat didarati lagi oleh Armada atau pesawat jenis atau seri 800 atau air bus lagi untuk melayani masyarakat Provinsi Papua Barat. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *