SATU DPO KASUS KERUSUHAN DI KOTA WAMENA BERHASIL DIAMANKAN PERSONIL GABUNGAN

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jayapura,Honaipapua.com, -Jumat tanggal 1 November 2019 pukul 03.50 WIT bertempat dl Kampung Ninabua Distrik Asolokobal, personil gabungan berhasil mengamankan salah satu DPO kasus kerusuhan di Kota Wamena berinisial YA (45).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes.Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH, saat dikonfirmasi terkait penangkapan, mengatakan, Kamis 31 Oktober 2019, pukul.11.00.Wit, personil mendapat informasi dari masyarakat, tentang keberadaan salah satu DPO kasus kerusuhan di Kata Wamena, di rumah yang berada di Kampung Ninabua, Distrik Asolokobal.

” Jumat 1 November 2019, pukul 02.00 Wit dini harl, Tim berkoordinasl untuk melakukan penangkapan sesuai arahan dari Kompol. Padmo Arianto, S.Ik dan Iptu Bertu Haridyka, S.Ik. Selanjutnya pukul 02.40 WIT, personil gabungan bergerak menuju TKP dengan menggunakan 7 kendaraan roda empat, “ungkap Kabid Humas.

Lanjut Kabid Humas, Pukul 03.00 Wit, Tim bergerak masuk ke dalam Kampung Ninabua dan mengepung lokasi rumah, kemudian Tim masuk dalam rumah tersangka dan mengamankan tersangka. Pada saat akan dibawa ke kendaraan, Tersangka berusaha melarikan dlri dengan melawan petugas sehlngga petugas memberikan tindakan tegas terukur dengan tembakan untuk melumpuhkan tersangka.

” Pukul 03.50 WIT, Tim berhasil mengamankan tersangka dan selanjutnya membawa hersangka ke Mapolres Jayawijaya untuk penyidikan lebih lanjut, “terangnya.

Barang Bukti yang diamankan, 1 buah rambut palsu, diduga digunakan saat memimpin massa di Wouma, 1 buah baju wama hitam yang diduga digunakan saat memlmpin massa dl Wouma, 1 unit HP Samsung J4 wama ungu, dan 1 unit HP Nokia tipe 105 wama hitam.

Kemudian tambah Kabid Humas, dari hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka, diketahui bahwa tersangka merupakan Kepala Kampung Ninabua, Distrik Asologobal, yang diduga memimpin massa sekitar 250 orang untuk melakukan pembakaran bangunan dan penganiayaan terhadap warga yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

” Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 160 KUHPidana tentang menghasut seseorang untuk melakukan tindak pidana
dengan ancaman hukuman penjata paling lam enam tahun, “kata Kabid Humas, seraya menambahkan saat ini tersangka yang masih DPO terkait kasus kerusuhan di kota Wamena sebanyak 3 orang, yakni, HW (22), BA (21) dan PW (21).

Untuk situasi saat ini, Kabid Humas menambahkan, di kota Wamena secara keseluruhan sudah kondusif, aktifitas masyarakat sudah berjalan normal seperti biasa. Kami bisa sampaikan bahwa di pusat-pusat perekonomian seperti di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya untuk aktifitas jual beli berjalan normal, perekonomian sudah berjalan dan masyarakat sudah berlalu-lalang di Kota Wamena. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *