Personil Polres Sorong Kembali Temukan Pabrik Miras di Dalam Hutan

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com,- Dalam rangka operasi Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan), Satuan Resnarkoba gabungan Bintara Remaja (Baja) dan Polsek Salawati Polres Sorong, yang di Pimpin Kasat Resnarkoba Polres Sorong AKP.Farial M. Ginting, S. Ik dan Kapolsek Salawati Iptu Vhalio Agafe, S. Ik, kembali menemukan tempat penyulingan Miras Cap Tikus di tengah Hutan di Daerah Distrik Salawati Kabupaten Sorong, Rabu (26/06/2019) pukul 10.00 Wit.

Kasat Narkoba Polres Sorong Akp Farial M. Ginting, S. Ik di dampingi Kapolsek Salawati Iptu Vhalio Agafe, S.Ik mengatakan, bahwa pemilik tempat penyulingan belum di ketahui, namun diperkirakan hasil dari pabrik penyulingan minuman keras tradisional tersebut akan dipasarkan Kabupaten Sorong dan Kota Sorong. Penemuan tempat penyulingan tersebut berdasarkan informasi masyarakat, “Pengungkapan adanya penyulingan minuman keras ini atas informasi masyarakat yang resah dengan beredarnya minuman keras jenis cap tikus di wilayah Kabupaten Sorong dan Kota Sorong” ucap Kasat Resnarkoba

Lanjut Kapolsek Salawati Iptu.Vhalio Agafe, S. Ik, mengatakan, bahwa pabrik penyulingan di Wilayah hukum Polsek Salawati, telah dibongkar untuk kesekian kalinya didalam setahun ini dan apabila menemukan para pelaku pihaknya akan melakukan tindakan hukum bagi pemilik tempat penyulingan tradisional Miras tersebut.

Kapolres Sorong AKBP.Dewa Made Sidan Sutrahna, S.Ik menegaskan, bahwa pihak kepolisian Resor Sorong, akan terus melakukan penindakan hukum terhadap para pelaku yang memproduksi miras maupun yang menjual. “ Banyak kasus kejahatan berawal dari warga yang mengkonsumsi minuman keras, seperti kekerasan, penganiayaan dan kejahatan lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peran serta masyarakat sangatlah penting dalam pemberantasan miras, untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat aktif dan responsif, jika melihat adanya peredaran miras di lingkungannya dan segera melaporkan kepada pihak berwajib dan apabila pelaku tertangkap akan dikenakan undang-undang pangan,” pungkasnya.

Adapun barang bukti minuman keras jenis Cap Tikus yang temukan sebanyak 300 liter dan 2000 liter bahan olahan mentah dan sebagian barang bukti tersebut dimusnahkan dikarenakan medan yang sulit (hutan) dan jarak yang jauh. Untuk sampel barang bukti sebagian disisihkan. (Amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *