Penyidik Polda Papua Barat Diduga Hentikan Kasus Dugaan Perdaggangan Orang

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong, Honaipapua.com,- Tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Tempat Hiburan Malam (THM) Sorong Executive Double O di Kota Sorong, inisial AS seperti “ Kebal Hukum”.

Kasusnya sempat viral di grub Media Sosial (Medsos) Sorong akhir tahun 2018 yang lalu, namun kini proses hukumnya seolah tidak ditangani oleh penyidik Polda Papua Barat.

Tersangka inisiatif AS yang sempat ditahan selama beberapa hari diruang tahanan Mapolsek Sorong Barat atas dugaan TPPO, kini telah menghirup udara bebas dan lepas dari jerat hukum. Bahkan pada Maret kemarin tersangka yang merupakan mantan Papi THM Double O itu sempat dilaporkan kembali ke Polisi karena diduga telah menganiaya mantan karyawan Double O bernama Wawan Andika.

“ Kami minta Kapolda Polda Papua Barat tidak menghentikan penyidikan kasus dugaan TPPO di THM Double O Kota Sorong. Dan kami minta kapolda Papua Barat segera menangkap Tersangka AS kembali dimanapun ia berada,” ujar Ketua Garda Muda Malamoi, Septinus Lobat, S.H, kepada wartawan, di Sorong, Minggu (16/06/2019).

Kalau hingga akhir bulan ini, proses hukum kasus dugaan TPPO ini, tidak segera ditindak lanjuti oleh Polda Papua Barat, dan tersangkanya tidak segera ditangkap, maka kata Septinus Lobat, Garda Muda Malamoi Sorong, siap Petisi dan menyurati Kapolri Jendral.Pol.Tito Karnavian, di Jakarta.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolda Papua Barat Brigjen.Pol.Herry Rudolf Nahak.SI.K belum berhasil dikonfirmasi media ini, perihal stetmen Ketua Garda Muda Malamoi, Septinus Lobat, S.H, tersebut. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *