Kejati Papua Tetapkan Kabid Bina Marga PU Raja Ampat Tersangka Proyek Septic Individual

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Raja Ampat,Honaipapua.com, -Asisten tindak Pidana Khusus, Lukas Alexander Sinuraya dalam Press Release, menyatakan bahwa, Penyidik Kejaksaan Tinggi Papua telah meningkatkan status saksi MNU alias Bento sebagai TERSANGKA, tertanggal 25 Oktober 2019, dalam kegiatan pengadaan Septic Individual yang bersumber dari dana DAK TA 2018, sejumlah Rp. 7,2 M pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Raja Ampat.

Tersangka selaku Kabid Bina Marga juga sebagai PPK, dalam kegiatan pengadaan Septic Individual telah menyalahgunakan kewenangannya dalam proses pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pada Distrik Waisai, Waigeo Selatan dan Misol Timur.

Tersangka merekayasa pembuatan kontrak dan menerima serta menggunakan pencairan dana tahap ketiga dari Bendahara KSM, tanpa pertanggungjawaban serta membentuk tim monitoring fiktif dan mencairkan dana monitoring kegiatan Septic, namun tidak dipertanggungjawabkan sehingga telah menguntung diri sendiri dan orang lain.

Dari hasil penyidikan bahwa Septic yang diadakan sejumlah 223 unit dan telah diadakan namun dari 223 Septic tersebut hanya 26 unit yang terpasang dan berfungsi dengan baik.

Dalam pengadaan septic tersebut negara diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp. 3,5M.

Kerugian negara ini masih dapat bertambah karena sementara dihitung oleh BPKP Perwakilan Papua Barat.

Lebih lanjut, Aspidsus Kejati Papua, Lukas Alexander Sinuraya, menyampaikan bahwa masih ada kemungkinan bertambah tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Septic Individual tersebut. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *