Karena Sakit Hati Helper Cainsaw Parang Leher Operator Cainsaw Hingga Meninggal

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, -Karena sakit hati, Hasan Lahmadi pelaku pembunuhan yang bekerja sebagai Helper Operator Cainsaw temannya yang bernama Aluwen dengan luka sayatan parang disekujur tubuh dan leher, yang bekerja sebagai Operator Cainsaw.

Saat Konferensi Pers, Kapolres Sorong melalui Kasat Reskrim, AKP.Dodi Pratama, S.Ik kepada awak media Kamis, (3/10) di Mapolres Sorong, menyampaikan Kronologis Kejadian, pada hari Minggu tanggal 29 September 20l9 sekira pukul 16.00 Wit, Korban dan Tersangka bersama mengkonsumsi minuman keras ( cap tikus ) dan pada saat itu aman, Korban dan Tersangka sempat cek cok mulut dan Tersangka menyampaikan perasaan kecewa dengan katakan Abang kenapa pakai semua bensin, jadinya saya ndak bisa kerja “ dan saat itu Korban pun menjawab “ Ko mau apa, ko mau apa”.

Pada pukul 18.Wit, Korban dan Tersangka pun selesai mengkonsumsi minuman keras dan Korban kembali ke Campnya. Lalu tersangka mengikuti Korban dengan meminta makan, tetapi sampai di camp Korban, Tasangka langsung menghantam Korban dengan menggunakan perang dan Tersangka pun menangkis dengan menggunakan tangannya, lalu berusaha merebut parang dan tangan Kaban, setelah berhasil merebut parang Korban.

Tersangka pun langsung menyerang Korban dengan parang tersebut pada bagian bahu kanan kali, lalu mengulang, menyerang Korban sebanyak l kali bagan kepala dan saat Itu Korban sempat menangkis dengan menggunakan tangannya, sehingga menyebabkan luka pada kepala serta tangannya. dan Korban pun terjatuh, lalu Tersangka pun meninggalkan Korban dan kembali ke campnya untuk mengambil tas miliknya, dalam keadaan memegang parang, setelah mengambil tas Tersangka kembali mellhat Korban yang sudah berada di luar camp dalam posisi duduk dan bersimbah darah.

Dan karena melihat Korban masih hidup, Tersangka pun langsung mendekati Korban dengan niat untuk mengulangi perbuatannya hingga membuat Korban terbunuh, karena pemukulan Tersangka pada saat Ilu takut Korban akan melakukan perlawanan kembali. Lalu Tersangka kembali menyerang Korban pada bahu kanan l kali lalu mengulang menyerang Korban pada punggung belakang sebanyak 1 kali Tersangka pun meninggalkan Korban dan berjalan ke arah kampung terdekat.

Kasat Reskrim AKP.Dodi Pratama.S.Ik, menambahkan, Kronologis Penangkapan, Minggu 29 September 2019 sekitar pukul 20 00 Wit, Kasat Reskrim bersama Kanit Pldum. Kanit Tipidter dan 6 orang anggota bergerak ke TKP Kampung Distrik Moudus Kabupaten Sorong, yang mana sebelumnya ada laporan dan masyarakat yang memberikan Informasi terkait adanya Pembunuhan.

Setelah sampai di TKP, langsung di lakukan Olah TKP oleh team identifikasi dan mengamankan mayat Korban, serta mencari keberadaan Tersangka, dan team berhasil mengamankan Tersangka yang mencoba melankan diri dengan cara menumpang mobil truk yang lewat ke arah Aimas, dan pada saat penangkapan tersebut team berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 bilah parang. dan saat itu juga Tersangka di bawa ke Mapolres Sorong.

Pasal yang disangkakan kepada tersangka yaitu, Pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP Jo , al 351 A ‘at 3 KUHP, tentang Tindak Pidana Pembunuhan dan atau Pengainiayaan yang menyebabkan kematian.

Dengan ancaman hukuman Pasal 340 KUHP maksimal hukuman mati, dengan ancaman hukuman Pasal 338 KUHP maksimal 15 lima belas tahun penjara, dengan ancaman hukuman pasal 351 Ayat 3 KUHP maksimal 7 tujuh tahun.

Saat ini penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait dengan Tindak Pidana Pembunuhan dan atau Penganiayaan yang menyebabkan Mati yang dilakukan oleh Tersangka terhadap Korban. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *