Jaksa Tetapkan Kontraktor dan PPK PUPR Tersangka Kasus Proyek Sungai di Sorong

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Sorong,Honaipapua.com, -Kejaksaan Negeri Sorong, Provinsi Papua Barat, secara resmi, menetapkan dua tersangka dugaan korupsi proyek Normalisasi Sungai Malawili Aimas, Kabupaten Sorong yang merugikan negara senilai Rp.1,3 Miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Akhmad Muhdor di Sorong, Senin, mengatakan, dua tersangka masing-masing inisial RS, selaku Direktur Utama PT.Papua Indo Mustika dan inisial IK selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua Barat.

Dia mengatakan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Kejaksaan Negeri Sorong menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap proyek normalisasi Sungai Malawili Aimas Kabupaten Sorong oleh Bidang Pengairan Dinas PUPR Provinsi Papua Barat.

Menurut Kejari, proyek normalisasi Sungai Malawili tersebut, bersumber dari dana APBD tahun anggaran 2017 sebesar Rp.5 miliar lebih. Akan tetapi secara fisik proyek dilapangan tidak sesuai dengan dokumen rencana anggaran biaya proyek pembangunan yang telah disepakati.

Hasil perhitungan ahli konstruksi bangunan terhadap proyek Normalisasi Sungai Malawili tersebut, terdapat kerugian Negara sebesar Rp 1,3 miliar.

Sehingga kata Kejari, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka, guna proses hukum lebih lanjut, untuk selanjutnya mempertanggungjawabkan sesuai ketentuan perundang-undang korupsi yang berlaku.

Kejari menambahkan, penetapan kedua tersangka, RS dan IK sangat hati-hati dan dengan tiga alat bukti yang kuat, yaitu, dokumen proyek, keterangan saksi, dan pemeriksaan ahli konstruksi bangunan.

” Ya, jadi penetapan kedua tersangka oleh Kejaksaan Negeri Sorong dalam mengungkap kasus dugaan Tipikor, sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tambah Kejari lagi. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *