Iming-Iming Uang Kegadisan 3 Remaja Direngut Pengojek

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com,- Karena tergiur dengan iming-iming sejumlah uang, dan karena diancam oleh pelaku, harga diri 3 remaja, 1 diantaranya masih duduk di Sekolah Dasar ini harus hilang kegadisan.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Sorong Kota Komisaris Polisi (Kompol) Hengky Kristanto Abadi S.Ik. didampingi Kasar Reskrim AKP.Syarifur Rahman,S.Ik dan Anggota penyidik dalam Press Releasse menyampaikan, kejadian kepada korban 1 (15 tahun) yang masih duduk dikelas II SMP ini, awalnya pada pertengahan tahun 2016 sekitar pukul.07.00. Wit pagi hari, tersangka melakukan persetubuhan yang pertama kali terhadap korban I, didalam rumah tinggal korban I dan orang tuanya tepatnya didalam kamar korban I.Tersangka telah melakukan persetubuhan terhadap korban I sudah Iebih dari 10 kali dalam waktu dan tempat yang berbeda-beda, Tersangka melakukan persetubuhan yang terakhir kali terhadap korban I terjadi pada awal bulan Mei tahun 2019 didalam gudang salah satu rumah ibadah pada lingkungan kompleks tempat tinggal korban I dan tersangka.

Kemudian terhadap korban II, yang masih umur (10 tahun) SD kelas V ini terjadi pada bulan Oktober 2017 sekitar pukul.17.00.Wit, tersangka melakukan persetubuhan yang pertama kali terhadap korban II diteras bagian atas salah satu rumah ibadah pada lingkungan kompleks tempat tinggal korban II dan tersangka. Tersangka telah melakukan persetubuhan terhadap korban II sudah Iebih dari 5 kali dalam waktu dan tempat yang berbeda-beda, Tersangka melakukan persetubuhan yang terakhir kali terhadap korban II terjadi pada bulan Desember tahun 2018 sekitar pukul.19.30.Wit, didalam gudang salah satu rumah ibadah pada lingkungan kompleks tempat tinggal korban II dan tersangka. Terhadap korban II, tersangka mengiming-imingi korban II dengan memberikan sejumlah uang agar korban II mau meladeni nafsu tersangka dan setiap selesai melakukan persetubuhan terhadap korban II tersangka adakalanya memberikan uang kepada korban II berkisar antara 5.000 sampai dengan 10.000.

Dan terhadap korban III, yang masih umur (15 tahun) ini terjadi pada Januari 2019 sekitar pukul.13.00.Wit, tersangka melakukan persetubuhan yang pertama kali terhadap korban III, diteras bagian atas salah satu rumah ibadah pada lingkungan kompleks tempat tinggal korban III dan tersangka. Tersangka telah melakukan persetubuhan terhadap korban III sudah 4 kali dalam waktu dan tempat yang berbeda-beda. Tersangka melakukan persetubuhan terakhir kali terhadap korban III masih pada bulan januari 2019 sekitar pukul.13.00.Wit didalam gudang salah satu rumah ibadah pada lingkungan kompleks tempat tinggal korban III dan tersangka.

Lanjut Wakapolres, karena merasa curiga terhadap gerak-gerik tersangka, akhirnya salah satu orang tua korban kemudian mencari tahu kejadian sebenarnya dengan menanyakan kepada salah satu korban yaitu, Korban III, dan Korban III kemudian mengakui bahwa dirinya bersama-sama dengan korban I dan korban II telah disetubuhi oleh tersangka, setelah mendengar keterangan para korban, para orang tua korban kemudian segera mengamankan lalu membawa tersangka kekantor polisi dan melaporkan kejadian tersebut. Dan telah membuat Laporan Polisi, NOMOR : LP / 187 / VII / 2019 / Papua / Res Sorong Kota / Sek Sorbar, tanggal 03 Juli 2019. Tentang dugaan tindak Pidana Persetubuhan terhadap Anak Jo Perbuatan berlanjut.

Tersangka inisial SH (37) yang merasa nafsu dengan para korban ini Pendidikan Terakhir SD Tamat, Pekerjaan Ojek dan mengajar anak-anak mengaji, yang berdomisili dijalan Diponegoro RT/RW 003/007, Kelurahan Rufei Distrik Sorong Barat Kota Sorong, saat ini ditahan didalam ruang tahanan guna menunggu proses hukum ke pihak Kejaksaan Negeri Sorong, untuk disidangkan.

” Tindak Pidana Persetubuhan terhadap Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pelindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 Miliar Rupiah. Dan Jo/Juncto deak Pidana Perbuatan berlanjut sebagaimana dimaksud dalam pasal 64 Ayat (1) KUHPidana, “tambah Wakapolres lagi. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *