Tim Swedia ‘Sunset Choir’ Lakukan Penggalangan Dana

Hiburan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAIMANA,Honaipapua.com,- Keterbatasan biaya ke Swedia tim ‘Sunset Choir’ Kaimana, maka tim ‘Sunset Choir’ menggelar konser penggalangan dana, yang dilaksanakan di gedung pertemuan Krooy Kaimana, Rabu (25/6) malam kemarin. Hal ini disampaikan Ketua LPPD Kaimana, Fredy Susanto Zaluchu, S.STP, ketika di konfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (26/6) kemarin.

” Dari sisi hitungan kita sebenarnya, untuk keberangkatan ke Eropa (Swedia), usulan anggaran yang kami sampaikan kepada pemerintah Kaimana, Provinsi, maupun perusahaan yang notabene besar, seperti Freeport, LNG Tangguh, itu totalnya sekitar 4,6 Miliar. Pada saat itu, estimasi kita memang kita berangkat dengan kekuatan full. Dari Pemda Kaimana sendiri, kami dibantu dengan biaya perjalanan sebesar 2 Miliar. Sehingga dari total anggaran yang kami butuhkan ini, masih kurang,” ungkapnya.

Dirinya juga mengucapakan terimakasih untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana atas dukungan yang sangat besar selama ini. “Tidak lepas juga dari support pak bupati dan pemerintah Kaimana. Kami sangat bersyukur sekali, karena suportnya begitu besar. Ini juga terjadi tadi malam, dan kami tidak menyangka, dari hasil pertunjukan semalam, kami bisa mengumpulkan dana sekitar 700 juta rupiah,” ujarnya.

Salah satu pelatih kawakan Hermantika Sinapa pun dipanggil untuk melatih peserta ‘Sunset Choir’ selama ini. “Dan kami puji Tuhan, Kabupaten Kaimana sangat beruntung karena mendapatkan pelatih sehebat pak Herman Sinapa. Beliau ini sudah beberpaa kali, bukan hanya membawa Kaimana saja, tetapi sudah menjadi pelatih handal yang mampu untuk memboyong champion bagi even pesparawi nasional untuk beberapa tim dari daerah lain selama ini,” tuturnya.

Sementara, ketika disinggung soal dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, lanjut Fredy, koordinasi sudah dilakukan, namun sampai saat ini belum ada titik terang, bantuan dari pemerintah provinsi.

“ Kalau dari pemerintah provinsi sendiri, sampai saat ini belum ada tanda-tanda bantuan. Memang kami sempat beberapa kali berkomunikasi, baik dengan LPPD Provinsi maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat. Tapi sampai dengan saat ini belum ada jawaban. Kita tidak tahu, kedepannya mudah-mudahan ada bantuan dari Provinsi. Artinya dengan saya diwawancarai ini, kami berharap provinsi juga bisa mendengar dan melihat, membaca beritanya, sehingga provinsi juga bisa membantu kami,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *