Tim Zenius Kimia Malang Berhasil Ciptakan Pelepah Pisang Jadi Glukosa

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Malang,Honaipapua.com,- Tim Zenius Kimia UM Ciptakan Katalis untuk Hidrolisis Pelepah Pisang menjadi Glukosa. Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menciptakan katalis untuk hidrolisis pelepah batang pisang menjadi glukosa di awal tahun 2019.

Penemuan dicetuskan oleh tim Zenius Kimia UM, yang terdiri dari tiga mahasiswa Jurusan Kimia, yakni, Dinar Rachmadika Baharintasari, Muhammad Roy Asrori, dan Yana Fajar Prakasa.

Proses penelitian yang dilaksanakan di Laboratorium Penelitian, Gedung O2 Universitas Negeri Malang dan menghabiskan waktu selama tiga bulan tersebut mendapatkan dana hibah dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Penelitian ini didasari atas kebutuhan masyarakat terhadap glukosa hasil hidrolisis selulosa untuk pemanfaatan non pangan seperti bahan plastik biodegredable dan bioetanol. Bioetanol menjadi perhatian penting di Indonesia mengingat masyarakat tidak dapat terlepas dari kebutuhan bahan bakar. Namun hingga saat ini, proses reaksi hidrolisis selulosa masih sangat lambat. Hal inilah menginspirasi Tim Zenius UM untuk menemukan solusi efisiensi waktu proses reaksi hidrolisis selulosa dan menggunakan bahan yang mudah ditemukan di tengah masyarakat.

Selulosa, merupakan senyawa yang banyak terkandung dalam tumbuhan dengan kadar tertentu, misalkan seulosa dalam pelepah batang pisang sebesar 63%. Selulosa dapat dihidrolisis menjadi glukosa meskipun dihasilkan zat samping sehingga glukosa hasil hidrolisis dapat dimanfaatkan sebagai bahan non pangan. Berfokus pada pohon pisang, banyak masyarakat Indonesia membiarkan batang pisang begitu saja hingga mencemari air bersih. Oleh karena itu, pelepah batang pisang yang melimpah keberadaannya mendukung untuk kebutuhan selulosa sebagai sumber glukosa.

“Dalam penelitian ini, kami menggunakan katalis Zeolit-Y yang bersifat lebih murni daripada katalis zeolit alam. Setelah selama 3 bulan penelitian di Laboratorium Penelitian Kimia UM, didapatkan glukosa dari reaksi hidrolisis selulosa dengan yield 0,849%”, ungkap Dinar, kepada Honaipapua.com via press releassenya.

Katalis zeolit termasuk katalis makromolekul dengan bangun ruang tertentu. Katalis zeolit memiliki pori dalam strukturnya yang dapat memotong ikatan dalam selulosa dengan adanya proton (H+). Katalis ini dapat di-recovery, tahan lama, dan berbasis Green Chemistry.

“ Reaksi hidrolisis selulosa dari metode kami ini sudah berhasil walaupun dengan yield glukosa yang rendah. Namun, dengan kandungan oligomer sebagai zat perantara ke glukosa yang masih banyak, kami yakin dapat melonjakkan yield glukosa dengan metode tertentu lagi”, tutur Yana.

Roy menambahkan bahwa penelitian ini dapat dikembangkan lagi dengan adanya Pretreatment tertentu yang dapat diupayakan menghasilkan metode yang lebih baik dari hasil penelitian ini. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *