Satgas TMMD 102 Ajak Dinas Ketahanan Pangan Sosialisasi Lahan Kosong

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Boven Digoel, Honaipapua.com,- Lahan pekarangan memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga. Hanya saja, pemanfaatannya belum dilakukan secara maksimal. Mayoritas masyarakat masih memanfaatkan lahan pekarangan seadanya saja, padahal jika dioptimalkan dapat ditanami beragam jenis tanaman yang bisa memenuhi ketersediaan pangan bagi keluarga.

Berangkat dari hal tersebut, Satgas TMMD 102 Kodim/BvD menggelar Penyuluhan Pemanfaatan Lahan Pekarangan. Dalam kegiatan non fisik kali ini, pihak Satgas TMMD melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boven Digoel.

Ismail, S. ST, Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan (Kabid) Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boven Digoel pada kesempatan itu menjelaskan, pemanfaatan pekarangan dapat di kelola melalui pendekatan terpadu.

“Sebagai pemilik pekarangan bisa menfaatkannnya dengan menanam berbagai jenis tanaman, atau kolam ikan. Sehingga kemudian akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beraneka ragam secara terus menerus,” jelas Ismail.

Jika hal itu dapat dilakukan dengan baik maka pemenuhan gizi keluarga dapat terpenuhi. “Dan sebaiknya pupuk yang digunakan adalah pupuk organik sebab tidak mengandung zat kimia, sehingga baik untuk kesehatan,” papar Ismail.

Selain menghemat biaya rumah tangga, tambahnya, fungsi hubungan ekonomi kecil sudah terbentuk. Artinya bagi masyarakat yang hidup di perkampungan, penyediaan sumber pangan dan gizi bisa didapatkan hanya dengan optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan lahan sekitar tempat tinggal.

“Dengan demikian pekarangan yang terabaikan bisa menjadi sumber makanan sebagai penghasilan tanaman rempah-rempah atau obat-obatan,” tutupnya.

Polybag, adalah solusi bagi masyarakat dengan keterbatasan atau ketiadaan lahan untuk berkebun atau bercocok tanam. Lahan sempit pekarangan, bahkan emperan rumah pun bisa dijadikan tempat berkebun tanaman hortikultura, seperti cabai, terung, sawi, kemangi, tanaman obat, bumbu maupun tanaman lainnya.

“Saya akan bertukar ilmu dengan masyarakat Kampung Asiki tentang ilmu pertanian, termasuk Pastisida. Semoga sedikit ilmu yang saya miliki dalam menanam cabe dan terong dapat bermanfaat bagi keluarga disini dalam meningkatkan pendapatan dan gizi keluarga,” tambah Pasiter Kodim 1711/BvD Kapten Inf. Warsito.

Pemanfaatan Lahan Pekarangan itu sendiri adalah sebuah konsep lingkungan perumahan penduduk yang secara bersama-sama mengusahakan pekarangannya secara intensif untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan.

Yaitu dengan pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dalam suatu kawasan, untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga. Termasuk peningkatan pendapatan keluarga, meningkatkan kesejahteraan melalui partisipasi masyarakat.

“Karena itu, kegiatan sosialisasi ini merupakan pra atau pendahuluan alias pengenalan dari program Dinas Ketahanan Pangan kepada masyarakat dalam mewujudkan RT Bersih  dengan konsep kawasan rumah pangan lestari” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kegiatan yang berlangsung di GOR Kampung Asiki, Rabu (18/7), sedikitnya diikuti sekitar 60-an kepala keluarga, siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan dihadiri pihak terkait.

Hadir saat itu, Kasie Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boven Digoel, Bertila Wambonggrop, Sp, Pasilog Kodim 1711/BvD Kapten Inf. Iswahyudi P. May, Pasiter Kodim 1711/BvD Kapten Inf. Warsito, Babinsa Koramil 1711-13/GTR dan Kepala Bidang Ketersedian dan Kerawanan Panganan sebagai narasumber dan para tamu undangan. (ebm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *