Resmikan Gereja, Mandacan Imbau Masyarakat Jaga Toleransi Antar Umat

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari, Honaipapua.com-Gubernur Provinsi Papua Barat Drs.Dominggus Mandacan secara resmi meresmikan Gedung Gereja St.Petrus.

Dalam sambutanya Gubernur Drs.Domimgus Mandacan mengatakan, kehadiran Gedung Gereja St. Petrus Teluk Bintuni ini adalah untuk umat beragama menjalankan ibadah.

” Saya berharap warga jemaat untuk menjaga dan manfaatkan gereja dengan baik,” kata Domingus saat meresmikan Gedung Gereja khatolik St.Petrus Teluk Bintuni, Sabtu (6/5/2018).

” Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengajak anak- anak jauh diri miras, narkoba dan lem aibon, pornografi serta tindakan kriminal lainya. Sebab akibat barang haram itu bisa melakukan tindakan yang tidak kita inginkan,” ajaknya.

Lanjutnya, tindakan kriminal, baik pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta tindakan lainya. Ini menjadi merupakan tanggungjawab kita bersama, untuk selalu mengawasi dan melindungi anak-anak kita semua.

Karena anak-anak ini merupakan generasi penerus bangsa dan negara, yang kelak akan menggantikan kita semua untuk melanjutkan pembangunan di Provinsi Papua Barat.

Kalau kita sebagai orang tua tidak mengawasi anak- anak kita mulai sejak usia dini atau generasi muda kita di daerah akan semakin rusak, saya berharap mari, kita jaga dan lindungi anak- anak, sebab kalau terjadi sesuatu, nantinya kita rugi sendiri.

Domingus mengajak Umat Khatolik di Teluk Bintuni untuk menjauhi barang haram tersebut. Miras tidak ada manfaat sama sekali juga merusak kesehatan tubuh kita, tetapi juga konflik sosial

” Akibat miras, lupa keluarga, anak- anak kita, ini tidak boleh. Alangkah baiknya, uang hasil keringat dipakai untuk membiyai kebutuhan keluarga sehari. Mari jauh miras sangat penting kalau terhindar miras maka hidup kita rukun dan damai,”sahut Mandacan.

Kisah Mandacan, Orang Papua, selalu indentik dengan miras, akibat miras ini, harga dan martabat diinjak- injak dari miras. Banyak sekali anak- anak yang sudah dipegaruhi oleh miras, ada tidur, jalan, got bahkan emperan tokoh, karena miras ini membuat kita malas bekerja.

” Saya berharap, umat Khotolik diaerah ini, lebih baik melakukan kegiatan yang positif yakni pergi beribadah di Gereja sehingga hidup akan menjadi lebih baik kita selalu diberkati dan lindungi oleh Tuhan,”harapnya.

Mandacan menghimbau kepada semua “stakeholders”, agar menjaga toleransi umat beragama di daerah masing-masing. Mari kita bergandengan tangan bersama umat beragama lainya, sehingga daerah ini tidak terjadi konflik, hidup akan lebih rukun dan damai.

“Kita tahu bersama di tanah Papua dan Papua Barat, tolerensi umat beragama sangat kental, jangan sampai ada oknum- oknum yang tidak bertanggung jawab memecah bela umat. kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga daerah agar tetap aman dan kondusif,” imbuhnya lagi. (arn/del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *