Dewan Pertanyakan Kinerja Pemda Kaimana Gelontorkan 11 Miliar untuk Budidaya Rumput Laut

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Sejak dua tahun terakhir pemerintah daerah telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp.11 Miliar Rupiah untuk mendorong program budidaya rumput laut dibeberapa titik di Kaimana. Namun program budidaya rumput laut, sampai saat ini dinilai belum memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama petani rumput laut.

Oleh karena itu, Komisi B DPRD Kaimana meminta kepada Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana, untuk meningkatkan pengawasan serta pembinaan untuk program budidaya rumput laut. Hal ini diungkapkan oleh anggota Komisi B DPRD Kaimana, Mohamad Mansur Sirua, yang terpilih kembali untuk duduk di kursi DPRD Kaimana periode 2019 – 2024, ketika dikofnrimasi di ruang kerjanya, Kamis (15/8).

“Kalau untuk budi daya rumput laut ini, dari data yang kami miliki itu, sudah sekitar 11 Miliar dianggarkan untuk budidaya rumput laut. Tapi dengan anggaran yang cukup besar ini belum ada hasil yang siginifikan yang masyarakat dapatkan. Justru dibeberapa titik budidaya menuai persoalan. Gagal panen dan lain sebagainya. Tentunya ini harus menjadi perhatian serius dinas terkait, untuk melakukan evaluasi, sehingga program ini bisa benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.

Mansur juga mengatakan bahwa pola pembinaan kepada petani rumput laut dan juga petugas lapangan belum optimal. “Artinya kita berharap agar pembinaan ini dia terus jalan, baik untuk petaninya sendiri, tetapi juga ada pengawasan rutin untuk petugas lapangan. Petugas lapangan ini kan setiap waktu dia harus berada dengan petani rumput laut. Bagaimana supaya dia bisa memotivasi petani rumput laut agar mereka bisa lebih giat. Bagaimana caranya agar hasil produksi rumput laut ini lebih berkualitas. Ini tugas yang harus dilaksanakan oleh seorang PPL. Tetapi kalau kemudian yang terjadi banyak titik budidaya yang tidak berhasil, maka perlu dievaluasi, dan dicarikan solusinya. Sehingga program ini tidak sekedar program, tetapi harus ada manfaatnya untuk masyarakat,” ujarnya.

Kaitan dengan PPL, lanjut Mansur, harus ada reward yang diberikan kepada petugas PPL. “Untuk memotivasi mereka, saya pikir harus ada semacam reward. Ketika dia bekerja bagus dan berhasil maka perlu diberikan reward itu. begitu juga punishment. Sehingga tenaga lapangan ini dia selalu termotivasi untuk mendampingi petani rumput laut di lokasi-lokasi budidaya. Tapi kalau PPL juga uang makan dan transportasi tidak mereka dapat, maka otomatis akan berpengaruh juga terhadap pendampingan mereka,” tuturnya.

Lanjut Mansur, tahun 2019 diharapkan agar program ini benar-benar berhasil dan bisa bermanfaat untuk masyarakat. “Kami berharap agar ditahun ini, dinas terkait bisa mencapai hasil seperti yang sudah ditargetkan. Tinggal kendala-kendala yang selama ini terjadi itu, dicarikan solusinya. Salah satu kendala yang harus di perhatikan adalah terkait dengan SDM di dinas perikanan. Sudah menjadi keharusan dinas terkait untuk membenahi SDM yang ada, kalau mau supaya sektor perikanan ini dia memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *