Pemda Raja Ampat Tertibkan Aset Dearah

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAISAI, Honaipapua.com,- Pemerintah daerah Kabupaten Raja Ampat saat ini sedang melakukan pendataan atau penertiban beberapa aset daerah, sebab diduga atau akan disalahgunakan dan dimiliki secara sepihak oleh oknum-oknum pejabat yang telah masuk masa pensiun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Pemda Raja Ampat, Orideko Burdam mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan inventarisir terhadap seluruh aset Pemerintah.

Aset-aset tersebut menurut Deko sapaan akrab Orideko Burdam, diantaranya, aset bergerak dan aset tidak bergerak yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat.

Dikatakan, sebagai langkah awal, pihaknya masih menertibkan mobil dinas di semua OPD, untuk didata ulang. ” Masih dalam pendataan diharapkan dalam wakru dekat, sudah clear (untuk penertiban kendaraan dinas. red)  tim sudah kerja. Jadi ada tim yang ke Kota Sorong untuk mengecek, sekaligus menarik mobil dinas yang ada di sana. Didalam penarikan kendaraan Dinas ini sudah tentu kami akan kerjasama dengan anggota Polres Sorong Kota untuk bersama melakukan pengamanan, ” kata Deko belum lama ini kepada awak media.

Setelah melakukan penertiban terhadap kendaraan dinas roda empat, lanjut Deko, pihaknya akan melanjutkan dengan menginventarisir aset-aset yang tidak bergerak seperti tanah, rumah, bangunan serta gedung-gedung lainnya.

” Hal ini kita lakukan supaya aset-aset milik dari pada Pemkab Raja Ampat terdata secara baik, juga terdaftar pada sistem aplikasi serta dapat di pantau langsung oleh seluruh pengawai ASN,” sebutnya.

Menurut Deko, penertiban ini juga ditujukan kepada aset-aset Pemda yang di komersialkan dan dikelola oleh pihak ketiga seperti penginapan, Waiwo dive Resort, Waigeo Villa, Acropora, King Dolpin, Waisai Beach dan beberapa aset lainnya.

” Untuk aset tanah, kita akan ukur kembali agar bisa diketahui luasnya dan dibuatkan sertifikat atas nama Pemkab Raja Ampat,” terangnya.

Selain itu, bangunan yang dikomersialkan juga kita akan tertibkan, supaya terdata bagus diaplikasi, serta dapat di pantau semua ASN. Sehingga tidak ada aset yang tercecer, apalagi para ASN yang ingin neko-neko di Raja Ampat,” pungkasnya. (nag/del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *