Proses Pemilihan Kepala Kampung Serentak di Maybrat Akan Memicu Konflik

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MAYBRAT,Honaipapua.com,- Wakil ketua II DPRD kabupaten Maybrat, Septinus Naa,SH meminta Bupati Maybrat Drs.Bernard Sagrim MM, tidak boleh ambil langkah untuk Pemilihan kepala kampung serentak karena akan memicu konflik.

” Saya minta kepala daerah dan instansi terkait supaya hentikan proses pemilihan kepala kampung Se-Kabupaten Maybrat yang direncanakan bulan Oktober mendatang itu, ditiadakan, karena akan memicu konflik, sebab Maybrat ini sudah aman, sehingga jangan ada lagi proses pemilihan kepala kampung, “tandas Septinus Naa.

Dikatakan, Septinus Naa dari partai PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa, tidak boleh ada proses pemilihan kepala kampung, sebab, kepala kampung yang ada itu merupakan jabatan politik yang berikan oleh Bupati Bernard Sagrim dan mereka adalah tim kerja yang memenangkan pasangan Sagrim -kocu (Sako), jadi, mereka harus menjabat kepala kampung sampai masa jabatan Bupati Maybrat berakhir nantinya.

Selain itu, kata Septinus, Bupati Maybrat harus menilai dari sisi kearifan lokal, masyarakat Maybrat, sebab, kepala kampung yang menjabat sekarang ini, banyak yang tidak memiliki ijazah SMP atau SMA, bahkan mereka di angkat menjadi Kepala Kampung berdasarkan hasil kerja politik kemarin.

” Jadi, saya berharap agar semua proses yang ada itu dihentikan, sampai masa jabatan Bupati Maybrat berakhir nanti baru ada proses pemilihan kepala kampung, “Tutup Septinus Naa. (sire)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *