Kapolsek Seget Berhasil Buka Palang Lokasi Pengambilan Material

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com,- Kapolsek Seget Iptu.Abdul Azis,SH bersama 3 orang personil Polsek Seget mengamankan pemalangan lokasi pengambilan Pasir batu untuk penimbunan proyek jalan di Kampung Wainlabat Distrik Segun yang dilakukan oleh Marga Sawat.

Kapolsek Seget Iptu.Abdul Azis,SH menerima laporan dari KaDistrik Segun Sutardjo P, S. Sos, MM tentang adanya Pemalangan Lokasi pengambilan Pasir Batu untuk keperluan penimbunan proyek jalan di Kampung Wainlabat yang menghubungkan ke Bandara Udara Segun menuju Sorong oleh Marga Sawat yang di akuinya bahwa lokasi tersebut milik adat.

Dengan adanya laporan tersebut Kapolsek Seget bersama 3 orang personil, Kadistrik Segun dan 3 orang Kepala Kampung berangkat menuju ke Distrik Segun untuk melakukan koordinasi dengan para tokoh adat dan Marga Sawat, untuk membuka palang agar tidak menghambat proses pembuatan jalan di Kampung Wainlabat.

Setelah rombongan tiba di Kantor Distrik Segun langsung melakukan pertemuan dengan para tokoh adat, para kepala kampung dan perwakilan Marga Sawat.

Di dalam pertemuan membahas tentang pembangunan jalan tersebut dimana bahwa pada tahun 1998 seluruh Masyarakat Segun meminta kepada Pemda Kabupaten Sorong agar membuat jalan tembus dari Sorong menuju Distrik Segun untuk kepentingan warga Distrik Segun sendiri dan baru terealisasikan tahun ini.

Dari pertemuan tersebut menghasilkan bahwa lokasi pengambilan pasir baru oleh proyek jalan sedang berjalan, bukan milik tanah adat Marga Sawat, akan tetapi milik warga transmigrasi yang sudah diserahkan dan mempunyai sertifikat dari tahun 1992.

Seluruh tokoh masyarkat, Dewan adat dan para kepala Kampung yang hadir tidak menyetujui aksi pemalangan yang dilakukan Marga Sawat dan meminta kepada Marga Sawat segera membuka palang untuk proses pembuatan jalan dapat dilanjutkan kembali.

Dalam pertemuan para tokoh masyarakat, tokoh adat dan Kepala Kampung bersepakat mendukung serta akan mengawal sampai selesai pembuatan dan meminta kepada Marga Sawat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat proses pembangunan jalan.

Setelah mendapatkan masukan dari tokoh Masyarakat dan tokoh-tokoh Adat setempat, Marga Sawat bersedia membuka palang sendiri dan bersepakat untuk tidak mengganggu tanah milik transmigrasi yang telah mempunyai Sertifikat dan diserahkan oleh pemerintah.

Setelah selesai pertemuan, Kapolsek bersama rombongan serta perwakilan Marga Sawat langsung menuju ke kampung Wainlabat dengan menggunakan 2 unit longboat untuk melepas palang dan menghimbau kepada pihak proyek Jalan. Dimana dalam hal ini di wakili Amin, agar dapat mengambil kembali pasir batu untuk keperluan pembangunan jalan. (Amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *