DAP Wilayah III Doberay ‘Warning’ Polda Papua Barat Hormati Hukum Adat

Adat
Bagikan berita ini
  • 23
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    23
    Shares

MANOKWARI, Honaipapua.com,- Berkaitan dengan permasalahan2 masyarakat adat di wilayah adat III Doberay yang sering langsung dilaporkan ke Polisi, maka sebaiknya polisi berkordinasi dengan Dewan Adat ditingkatan Keret/ marga, suku dan daerah agar diselesaikan dalam peradilan adat. Demikian disampaikan Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP.

Melalui siaran Pers ketua Dewan Adat Wilayah Doberay III ini menyampaikan bahwa sebab masyarakat adat papua masih berpegang teguh dengan hukum adatnya.

” Hukum adat jauh lebih sempurna di bandingkan kalau di selesaikan di kepolisian,”tuturnya.

Menurut Manawir, sebab di kepolisian yang biasanya masih menyisahkan persoalan dan salah satu pihak tidak puas dan masih dendam dan dikemudian hari akan melahirkan masalah baru sesuai fakta didalam kehidupan masyarakat adat Papua.

” Kami mengharapkan kepada Kapolda Papua Barat segera instruksikan jajarannya sampai di tingkat Polsek agar harus menghargai dan menghormati hukum adat papua,”harapnya.

Dikatakan Finsen Mayor, karena Tanah Papua di lindungi oleh UUD 1945 Pasal 18, UU No. 39 Tahun 1999 ttg HAM, UU NO. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi khusus Papua, dan Hukum adat papua yang masih hidup dan terus dipegang teguh oleh masyarakat adat Papua.

Sebab itu, kata Paul, segera Polda Papua Barat memberitahukan bawahannya agar menghormati hukum adat Papua karna sedang bertugas di Tanah Adat kami, khususnya di wilayah adat Doberay.

” Kalau Otsus Aceh itu menggunakan syariat islam kalau kami Papua pakai syariat adat kami, jadi jelas. ini legitimasi negara untuk kami orang Papua jadi harus hormati kami,”tandasnya lagi. (Del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *