DAP Desak Dinas PU PB segera bagikan Proyek Kepada OAP

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay
Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP sangat menyayangkan, melihat Kondisi Kontraktor Asli Papua yang selama ini duduk menunggu berbulan-bulan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum ( PU ) Provinsi Papua Barat, belum mendapatkan perkerjaan.

Kata Manawir kepada Honaipapua.com melalui Releasenya, Selasa (2/10) bahwa Kira-kira dari bulan Februari, Mama-mama Asli Papua dan juga anak-anak adat kita selama berbulan-bulan selalu ada dikantor dinas PU Papua Barat. sangat disayangkan sampai skarang mereka belum pegang kontrak dan otomatis mereka akan selalu menunggu. kira-kira sampai kapan ? Dan dimana letak rasa kemanusiaan dari Kepala dinas PU dan jajarannya?

Dewan Adat minta Pak Gubernur agar segera mengevaluasi kinerja dinas PU seperti ini, terkesan akan menghambat Visi Misi dari pak Gubernur Papua Barat. Terutama dalam pemberdayaan dan keberpihakan serta perlindungan terhadap pengusaha Asli Papua.

Apakah Pemerintah harus membiarkan Pengusaha Asli Papua menunggu berbulan-bulan tanpa kejelasan seperti ini ??

Oleh sebab itu, maka Semua Data Pengusaha Asli Papua yang sudah diserahkan Oleh Boy Baransano selaku Ketua Badan Kordinasi Asosiasi Pengusaha Asli Papua di Provinsi Papua Barat itu segera diproses agar dikeluarkan Kontrak Kerja Bagi Pengusaha Asli Papua. itu solusi kongkret dan itu substansinya supaya semua jelas.

Apa yang terjadi terhadap Pengusaha Asli Papua dari Tahun lalu, sampai Tahun ini yang harus menunggu Dari awal Tahun sampai mau akhir tahun juga belum ada kepastian. Hal ini wajib diperhatikan baik oleh Bapak Gubernur karena akan menghambat kinerja Pemerintahan dan Visi-Misi Bapak Gubernur saat ini.

Maka, Dengan Tegas Dewan Adat Papua wilayah III Doberay sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua, mendesak Kepala dinas Pekerjaan Umum ( PU) Provinsi Papua Barat agar segera Keluarkan Kontrak Pekerjaan bagi Pengusaha Orang Asli Papua yang sudah berbulan-bulan menunggu. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *